Saturday, December 3, 2022
No menu items!
spot_img
HomeEkonomiHipmi Apresiasi Kebijakan Jokowi Dorong Kemajuan UMKM

Hipmi Apresiasi Kebijakan Jokowi Dorong Kemajuan UMKM

Jakarta, benang.id –  Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengapresiasi berbagai kebijakan yang diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar semakin optimal. Kehadiran UMKM diyakini dapat mendongkrak perekonomian masyarakat. Terkini Presiden Jokowi  memberikan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) perseorangan di Gedung Olahraga Nanggala Kopassus, Jakarta Timur, Kamis (14/7/2022).

Ketua BPP Hipmi Bidang Keuangan dan Perbankan, Anggawira mengakui Presiden Jokowi telah banyak mengeluarkan kebijakan yang memberi perhatian besar terhadap UMKM. Para pelaku usaha didorong agar dapat terus berkembang melalui beragam fasilitas dan dukungan.

Ia meyakini peran kunci UMKM akan semakin dirasakan masyarakat melalui berbagai kebijakan Presiden Jokowi. Khususnya untuk dapat menunjang perekonomian masyarakat nantinya.

“Akan sangat berdampak pastinya untuk pelaku usaha, pemberian NIB perseorangan ini akan membangkitkan semangat pengusaha UMKM agar semakin kolaboratif, dan terus bersinergi,” ujar Anggawira dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/7/2022). 

Menurut dia, peningkatan pertumbuhan jumlah pelaku usaha UMKM menjadi sebuah keniscayaan jika pertumbuhan ekonomi Indonesia ingin terus maju. Karenanya Anggawira mengapresiasi perhatian yang diberikan Presiden Jokowi untuk UMKM. 

Terlebih lagi, tambah dia, Indonesia sekarang ini menghadapi situasi ekonomi global yang tak pasti dan terancam mengalami resesi. Menurutnya diperlukan strategi cerdas dalam upaya membangkitkan ekonomi di tengah kondisi yang sulit. 

“Di tengah ekonomi seperti saat ini, kita butuh superteam, bukan superman. UMKM perseorangan akan mendorong pelaku UMKM untuk bersinergi dengan sektor lainnya seperti pendanaan dan akses permodalan,” terang Anggawira. 

Anggawira menilai, ke depan diperlukan terus kebijakan yang inovatif. Apalagi dengan kehadiran Online Single Submission (OSS) yang dikelola oleh Kementerian Investasi/BKPM akan dimungkikan adanya kolaborasi dari level data.

“Kehadiran OSS harus dimanfaatkan agar mendorong kolaborasi UMKM bahkan dari level data contohnya melalui marketplace dan fintech, jangan sampai pelaku UMKM kita tidak bisa memanfaatkan kemajuan teknologi, oleh karena itu HIPMI juga harus hadir untuk membuat ekosistem bagi pelaku UMKM untuk tumbuh bersama,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Presiden Jokowi menargetkan hingga 20 juta pelaku UMKM dapat mengintegrasikan atau bergabung dengan toko online pada 2022 seiring dengan  pasar ekonomi digital yang berkembang pesat. Menurut Presiden, upaya membawa lebih banyak UMKM dalam negeri ke pasar digital ditujukan untuk mempercepat transformasi ekonomi digital. Ia ingin Indonesia lebih dari sekadar penonton dalam konteks bisnis digital yang semakin masif.

“Saya telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional 2021-2024. Saya ingin ekosistem kewirausahaan kita semakin baik dan akan lahir lebih banyak wirausaha-wirausaha muda yang baru, wirausaha-wirausaha muda yang produktif, kreatif dan yang siap memajukan UMKM Indonesia dan siap bersaing di pasar global,” ujarnya.  

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments