Pontianak, benang.id — Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II se-Kalimantan Barat akan digelar di Pontianak, pada 16–17 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum bagi umat Katolik se-Kalimantan Barat untuk merayakan iman sekaligus memperkuat persaudaraan, kebersamaan dan semangat hidup dalam keberagaman.
Pesparani Katolik II Kalbar 2026 diikuti oleh 450 orang peserta termasuk ofisial, yang tergabung dalam 10 kontingen dari 2 kota dan 8 kabupaten.

Mengusung tema “Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa.” (Mazmur 117:1), Pesparani II Kalbar menghadirkan berbagai kategori lomba yang melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia dan bidang seni musik liturgi, antara lain lomba Paduan Suara Orang Muda Katolik (PS-OMK), Paduan Suara Dewasa Wanita (PSDW), dan Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria (PSGDP). PS-OMK akan berlangsung di Aula Gedung Pasifikus Bos, sedangkan PSDW dan PSGDP di Gereja Katedral St Yosep Pontianak.
Ketua Panitia Pesparani Katolik II Kalbar 2026, Maskendari, mengatakan bahwa Pesparani tidak semata-mata dimaknai sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat iman, persaudaraan dan kebersamaan umat.
“Melalui Pesparani ini kita ingin mewujudkan pemberdayaan dan peningkatan partisipasi Umat dalam rangka penguatan hidup menggereja dan perwujudan panggilan kerasulan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara”, ujar Maskendari, dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).

Menurutnya, pelaksanaan Pesparani Katolik II juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarkontingen dari berbagai daerah, sekaligus memperlihatkan semangat kebersamaan masyarakat Kalimantan Barat yang hidup dalam keberagaman.
“Dibanding pelaksaanaan Pesparani Kalbar sebelumnya, yang kategori lombanya lebih beragam, Pesparani II ini khusus melombakan tiga kategori paduan suara yang belum dilombakan pada Pesparani I. Namun tujuannya sama, yakni menetapkan peserta terbaik pada setiap kategori lomba mewakili LP3KD Kalbar untuk mengikuti Pesparani Nasional IV Tahun 2027 di Sulawesi Utara”, jelas Maskendari.
Untuk diketahui Pesparani Katolik tingkat Nasional sudah diselenggarakan tiga kali yakni, I di Ambon, Maluku (2018), II di Kupang, NTT (2022), dan III di Jakarta, DKI (2023), sedangkan Pesparani Katolik Nasional IV bakal digelar di Sulawesi Utara tahun depan.

Tentang jadwal pelaksanaan Pesparani Katolik II Kalbar Tahun 2026: Hari I (Jumat, 16 Oktober), akan diawali dengan Misa Pembukaan di Gereja Katedral Santo Yosep Pontianak. Bertindak sebagai selebran utama misa adalah Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Samuel Oton Sidin OFMCap. didampingi belasan imam sebagai konselebran.
Usai misa, acara akan dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Setelah itu, acara akan dilanjutkan dengan lomba paduan suara, yakni PSDW, PSGDP, dan PS-OMK.
Hari ke-2 (Sabtu, 17 Oktober), acara akan diisi dengan Misa Penutupan, dilanjutkan dengan Acara Penutupan dan pengumuman pemenang lomba Pesparani Katolik II Kalbar Tahun 2026.

Panitia berharap seluruh rangkaian Pesparani dapat berlangsung dengan baik dan memberikan manfaat tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi masyarakat Kalimantan Barat secara luas.
Lebih lanjut, Maskendari mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk menjadikan Pesparani II sebagai momentum membangun persaudaraan dan kebersamaan.
“Pesparani Katolik II Kalbar Tahun 2026 adalah salah satu bentuk kontribusi umat Katolik bagi masyarakat dan daerah. Karena itu, mari kita jadikan sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan merawat persatuan dalam keberagaman di Kalimantan Barat”, pungkasnya. (*/GK)


