Wednesday, November 30, 2022
No menu items!
spot_img
HomeEkonomiIndonesia-Bangladesh Tegaskan Komitmen Penyelesaian Perundingan IB-PTA

Indonesia-Bangladesh Tegaskan Komitmen Penyelesaian Perundingan IB-PTA

Jakarta, benang.id – Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Bangladesh menegaskan komitmennya dalam penyelesaian perundingan persetujuan dagang preferensial Indonesia-Bangladesh (Indonesia-Bangladesh preferential trade agreement/IB-PTA).

Penegasan komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan Indonesia Zulkifli Hasan dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Kalam Abdul Momen di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (18/7/2022).

“Saya memastikan komitmen Indonesia untuk menyelesaikan perundingan IB-PTA yang telah diamanatkan oleh pemimpin kedua negara. Harus dipastikan agar IB-PTA berimbang dan menguntungkan kedua pihak. Saya berharap kedua pihak dapat melanjutkan kembali proses perundingan sehingga pemangku kepentingan dapat segera menerima manfaat IB-PTA,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan, dalam siaran persnya.

Indonesia-Bangladesh
Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh, AK Abdul Momen di Jakarta, Senin (18/7/2022). Foto: kemendag.go.id

Mendag menambahkan, pihaknya telah menerima undangan untuk melakukan kunjungan ke Bangladesh. Kunjungan tersebut untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

“Indonesia dan Bangladesh merupakan mitra strategis dalam berbagai forum kerja sama ekonomi dan perdagangan. Diharapkan kunjungan dimaksud dapat meningkatkan hubungan yang selama ini telah terjalin erat dan meningkatkan hubungan dagang kedua negara,” ujar Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag juga menyambut baik peningkatan signifikan perdagangan bilateral sebesar 72,1% pada 2021 baik dari segi ekspor maupun impor. Bangladesh juga menawarkan kerja sama perdagangan di bidang farmasi dan teknologi informasi. Pada 2021, Bangladesh merupakan negara tujuan ekspor ke-15 bagi Indonesia.

Sementara Indonesia menempati urutan ke-62 bagi Bangladesh sebagai negara asal impor. Pada 2021, total perdagangan kedua negara mencapai US$ 3 miliar dengan nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 2,9 miliar sementara impor Indonesia dari Bangladesh tercatat sebesar US$ 0,1 miliar.

RI-Bangladesh
Kedua pihak juga membahas implementasi Developing Eight Preferential Trade Agreement (D-8 PTA) di Indonesia yang diharapkan dapat terlaksana pada tahun ini. Foto: kemendag.go.id

Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar US$ 2,8 miliar terhadap Bangladesh. Ekspor utama Indonesia ke Bangladesh di antaranya minyak kelapa sawit, batu bara, semen, bubur kayu kimia, serta benang kapas.

Sedangkan impor Indonesia dari Bangladesh di antaranya benang dari serat jute, kaus singlet, setelan untuk wanita dan anak perempuan, setelan untuk wanita dan anak laki-laki, serta kantong dan karung.

Tidak lupa Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan agar para pelaku usaha Bangladesh turut berpartisipasi pada pameran dagang internasional terbesar di Indonesia ‘Trade Expo Indonesia’ ke37 yang akan digelar secara hibrida pada 19—23 Oktober 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Sedangkan TEI yang digelar secara daring akan berlangsung lebih lama, yaitu pada 19 Oktober—19 Desember 2022. “Kami berharap partipasi para pelaku usaha Bangladesh pada TEI 2022 akan semakin mendorong perdagangan kedua negara,” pungkas Mendag Zulkifli Hasan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments