
Ngaglik, Sleman – Sebagai wujud nyata sinergitas TNI–Polri bersama elemen masyarakat dalam menjaga toleransi antarumat beragama serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Kapolsek Ngaglik AKP Yuliyanto SH MH, bersama unsur Koramil Ngaglik dan Banser menyambangi Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pusung di Jalan Damai, Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik.
Dalam kunjungan ke GKJ Pusung, yang dilakukan pada Rabu malam (31/12/2025) tersebut, Kapolsek Ngaglik beserta rombongan menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal kepada para pendeta, pengurus gereja, dan jemaat yang hadir.
AKP Yuliyanto menegaskan bahwa Polsek Ngaglik bersama Koramil dan Banser telah mengawal seluruh rangkaian perayaan Natal. “Pengamanan dilakukan secara terpadu guna memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga jemaat dapat melaksanakan ibadah Natal dengan khusyuk dan tenang,” jelas AKP Yuliyanto.

Seraya menegaskan begitu bernilainya toleransi beragama, Kapolsek Ngaglik juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat komunikasi, serta bersama-sama menciptakan suasana damai di wilayah Kapanewon Ngaglik, khususnya selama perayaan hari besar keagamaan.
Kegiatan sambang gereja ini mendapat sambutan positif dari pihak gereja dan jemaat, yang menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Polsek Ngaglik, Koramil, dan Banser dalam menjamin keamanan dan kelancaran ibadah Natal.
Apel Akbar 10.000 Banser

Upaya Polsek Ngaglik bersinergi dengan Koramil dan Banser untuk mengamankan perayaan Natal di wilayah Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), merupakan tanggapan terhadap ajakan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam kegiatan Apel Kebangsaan 10.000 Banser dan Anugerah Kemanusiaan bertajuk “Harmoni Bangsaku, Lestari Alamku” di Halaman Masjid Syarif Abdurachman, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (23/12/2025) lalu.
Dalam amanatnya, Kapolri meminta masyarakat khususnya Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bersinergi dengan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) khususnya mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Ngaglik AKP Yuliyanto menerima Anugerah Riyanto Award kategori ”Menjaga Keamanan dan Pemeliharaan Kerukunan Iman Beragama”, atas dedikasi dan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah serta membangun komunikasi dan kerja sama lintas iman guna menciptakan kerukunan antarumat beragama.
“Konflik itu banyak terjadi pada akar rumput. Dalam wilayah keamanan Polsek adalah wilayah akar rumput. Bukan soal besarnya kegiatan ataupun hajatan, tetapi soal mental, keinginan melayani yang semuanya berujung pada perdamaian. Saya berharap bahwa akan banyak polisi yang akan menyusul AKP Yuliyanto,” jelas Ketum GP Ansor Addin Jauharudin, terkait alasan pemberian Anugerah Riyanto kepada AKP Yuliyanto.

Nama “Riyanto Award” diabadikan untuk mengenang sosok anggota Banser yang menjadi korban peledakan bom Natal. Riyanto (19 Oktober 1975 – 24 Desember 2000) merupakan anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama yang gugur karena terkena ledakan bom saat mencoba menyelamatkan Gereja Eben Haezer di Mojokerto dari percobaan peledakan pada malam 24 Desember 2000.
AKP Yuliyanto menyampaikan bahwa penghargaan itu merupakan amanah dan motivasi untuk terus menguatkan sinergi Polri dengan seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kerukunan di tengah keberagaman.
“Nilai kemanusiaan dan pengorbanan almarhum Riyanto menjadi teladan bagi kita semua untuk terus mengabdi dengan tulus demi keselamatan dan kedamaian masyarakat,” tutur AKP Yuliyanto. (*/GK)


