Tuesday, September 27, 2022
No menu items!
spot_img
HomeNasionalJelang Pemilu-Pilkada 2024, Elemen Pemuda Pringsewu: Jangan Ada Lagi Politisasi Agama

Jelang Pemilu-Pilkada 2024, Elemen Pemuda Pringsewu: Jangan Ada Lagi Politisasi Agama

Pringsewu, benang.id – Elemen pemuda Kabupaten Pringsewu, Lampung menyerukan peringatan atau pesan kepada semua pihak untuk tidak melakukan politisasi agama dalam hajatan politik yang akan datang, yakni Pemilu dan Pilkada 2024.

Pesan tersebut mengemuka dalam acara Halal Bihalal Lebaran 2022 yang digelar  elemen pemuda di Pringsewu di Gedung NU Pringsewu, Lampung, Minggu (22/5/2022).

Acara untuk merajut tali silahturahmi dalam keberagaman dengan semangat toleransi tersebut, dihadiri ratusan pemuda lintas agama, masyarakat, komunitas dan organisasi.

Diantaranya dari GP Ansor, Banser, Pemuda Katolik, Forum Pemuda Kristen, Perhimpunan Pemuda Hindu, Pemuda Budha, BPK Oi Pringsewu dan RamonesArt.

Serta berbagai komunitas, terdiri dari Berbagi Nasi, Vespa Bambu Seribu, Indonesia Escorting Ambulance, My Trip My Adventure, Komunitas IT, dan Komunitas Sepeda Tua Indonesia.

Kegiatan yang dikemas dengan semangat nasionalisme ini, juga untuk menguatkan rasa persaudaraan pemuda dari berbagai latar belakang berbeda.

Ketua Panitia, Fitri Amin Buchori mengungkapkan, elemen pemuda ini membawa jargon Kearifan Toleransi Adiwarna atau disingkat KiTA.

Menurutnya, jargon ini untuk mengingatkan kembali terkait siapa itu KiTA. Sebagai pemuda Indonesia yang berideologi Pancasila. Bersemboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Harapannya, lanjut dia, dengan keberagaman latar belakang itu menjadi hal yang indah. Ketika direkatkan dengan semangat budaya/kearifan toleransi.

“Semua yang berbeda ini, kita satukan untuk menjadi satu kesatuan, mewujudkan Indonesia tetap dalam satu bingkai NKRI,” ujar Fitri Amin Buchori, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (23/5/2022).

Tidak hanya itu, Fitri Amin Buchori yang akrab disapa Pi’i menambahkan, acara ini juga untuk memberi pesan jelang hajat politik yang akan datang, Pemilu dan Pilkada 2024.

Diketahui intoleransi cenderung meningkat ketika ada gelaran kontestasi politik. Seperti yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2019 lalu, isu-isu agama kerap kali muncul dan kerap memancing konflik.

Tidak menutup kemungkinan politisasi SARA akan terjadi lagi dalam hajat politik yang akan datang.

Terkait itu, kata Pi’i, elemen pemuda di Kabupaten Pringsewu berpesan supaya  tidak membawa SARA lagi ke dalam kontestasi politik.

Mengingat dampaknya yang cukup besar bagi kehidupan harmonis masyarakat Indonesia yang heterogen.

Kegiatan ini pun mendapat dukungan pemerintah dan tokoh lintas agama di Pringsewu.

Mereka turut hadir dalam Halal Bihalal pemuda lintas agama, masyarakat, komunitas dan organisasi.

Terdapat juga sejumlah organisasi dan komunitas lain sebagai undangan.

Dalam acara itu, juga dilakukan deklarasi elemen pemuda, untuk berkomitmen menjunjung semangat toleransi demi kesatuan dan persatuan pemuda Indonesia.

Deklarasi dengan menancapkan bendera masing-masing organisasi dan komunitas di bawah tiang bendera merah putih.

Deklarasi diiringi lagu Iwan Fals dengan judul ‘Di Bawah Tiang Bendera’ dan ‘Indonesia Pusaka’ ciptaan Ismail Marzuki.

Lantunan kedua lagu ini pun menjadikan suasana deklarasi tersebut haru.

Setelah itu, acara diakhiri dengan lantunan musik Kolintang yang berasal dari daerah Minahasa, Sulawesi Utara.

Kolintang yang dibawakan lima personil dari Pemuda Katolik ini menggemakan lagu Selamat Hari Lebaran, Rayuan Pulau Kepala dan Kapan-Kapan.

Pasi Intel Kodim 0424 Tanggamus Letda Masirun yang hadir mewakili Dandim Letkol Arm Micha Arruan mengakui bila jelang 2024 mendatang masyarakat akan dihadapkan dalam nuansa politik.

Menurutnya, saat itu bukan hanya menjadi tanggungjawab TNI-Polri saja. Melainkan juga, tanggungjawab seluruh masyarakat.

Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi, yang hadir diwakili Kasat Bimas Iptu Mardiono meminta elemen pemuda tetap menjaga keutuhan kedamaian di Pringsewu.

Iptu Mardiono mengingatkan supaya pemuda tidak terpancing isu yang dikemas melalui agama.

“Melalui  ikatan kebersamaan seperti ini, kita jangan sampai menjadi korban adu domba antar umat beragama,” pesannya.

Kabag Kesejahteraan Masyarakat dan Keagamaan Pemerintah Kabupaten Pringsewu Rustian juga mengingatkan, elemen pemuda agar tetap menjaga kerukunan yang selama ini sudah tercipta di Kabupaten Pringsewu.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments