Saturday, August 20, 2022
No menu items!
spot_img
HomeEkonomiKemendag Perkuat Perdagangan Dalam Negeri demi Stabilitas Ekonomi

Kemendag Perkuat Perdagangan Dalam Negeri demi Stabilitas Ekonomi

Semarang, benang.id   – Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan (BPPP) Kasan menyatakan, penguatan perdagangan nasional diperlukan demi stabilitas ekonomi. Untuk itu, Kementerian Perdagangan berfokus pada penguatan kinerja perdagangan dalam negeri.

Demikian diungkapkan Kasan dalam seminar web Diseminasi Hasil Analisis #2 Tahun 2022 yang digelar secara hibrida pada hari ini, Kamis (23/6) di Hotel Novotel, Semarang, Jawa Tengah.

Diseminasi hasil analisis BPPP kali ini mengusung tema “Penguatan Perdagangan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global”. Hadir membuka acara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Muhammad Arif Sambodo dan bertindak sebagai moderator Kepala Pusat Pengkajian Perdagangan Dalam Negeri Dharmayugo Hermansyah.

“Kementerian Perdagangan mengupayakan penguatan kinerja perdagangan dalam negeri melalui digitalisasi untuk mendorong transparansi dan efisiensi. Digitalisasi salah satunya diterapkan pada perdagangan Minyak Goreng Curah (MGC) Rp 14.000/liter dengan menggunakan aplikasi digital,” jelas Kasan, seperti dilansir kemendag.go.id.

Selain itu, Kementerian Perdagangan juga mengafirmasi gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dengan berkampanye secara intensif melalui berbagai promosi dan pameran di ritel modern dan lokapasar. BBI diharapkan mampu mendorong pemulihan kinerja UMKM dan konsumsi masyarakat. Pemulihan konsumsi masyarakat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,01% secara tahunan (year-on-year) pada kuartal I-2022.

“Seiring pengendalian pandemi Covid-19 serta peningkatan kinerja perdagangan di dalam negeri, pertumbuhan sektor perdagangan dapat mencapai 5,71% secara tahunan (YoY) pada kuartal I-2022. Pertumbuhan diperkirakan berlanjut pada kuartal II mengingat sejumlah indikator seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan Indeks Penjualan Riil (IPR) masih terus menunjukkan optimisme,” tambah Kasan.

Untuk menjaga kinerja di dalam negeri, Kementerian Perdagangan juga terus melakukan penguatan peran Indonesia dalam kerja sama perdagangan Indonesia melalui Presidensi G20 pada 2022. Sesuai tema yang diangkat yaitu “Recover Together, Recover Stronger”, Indonesia mendorong pemulihan ekonomi global karena berdampak besar pada stabilitas ekonomi semua negara, termasuk Indonesia.

“Terkait inflasi, meskipun di beberapa negara mengalami lonjakan, inflasi Indonesia hingga Mei 2022 masih terjaga di bawah target pemerintah, yaitu 4%,” ungkap Kasan.

Tantangan Perdagangan Nasional

Capaian positif perdagangan Indonesia harus dijaga dan terus diperkuat. Namun demikian, dunia tengah dihadapkan pada situasi ekonomi dan politik yang penuh dengan ketidakpastian yang dapat memberikan efek domino terhadap negara-negara yang saling terhubung di era globalisasi.

Kasan menerangkan, kinerja perdagangan nasional ke depan menghadapi sejumlah tantangan. “Indonesia meghadapi kenaikan harga pangan dan energi di dalam negeri; perkembangan geopolitik global, dan pengembangan ekonomi hijau dan perdagangan berkelanjutan. Selanjutnya peningkatan kontribusi perdagangan digital dalam pendapatan dometik bruto Indonesia serta gangguan distribusi, logistik, dan rantai pasok,” jelas Kasan.

Menurutnya, penting untuk menguatkan kebijakan perdagangan nasional yang mampu mengamankan kepentingan nasional di tengah ketidakpastian yang terjadi saat ini. Salah satu kepentingan nasional saat ini adalah terjaganya harga dan tersedianya stok bahan kebutuhan pokok di dalam negeri.

“Diseminasi hari ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran bagi seluruh pemangku kepentingan untuk ikut bersama menjaga tren positif kinerja sektor perdagangan Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya membangun sinergi antara birokrat, akademisi, asosiasi, praktisi, dan masyarakat yang memiliki ketertarikan, perhatian, dan kepedulian terhadap proses formulasi kebijakan sektor perdagangan Indonesia,” jelas Kasan.

Sementara pada pembukaan, Kepala Dinas Perindustrian da Perdagangan Jateng M. Arif Sambodo menyampaikan, perekonomian di Jawa Tengah membaik seiring pengendalian pandemi Covid-19 di Jawa Tengah. Ekspor nonmigas Jateng pada 2021 mencatatkan surplus US$ 2,9 miliar atau meningkat 33,14%. Sektor perdagangan juga tumbuh 3,62% secara tahunan (YoY).

“Tren positif harus dijaga bersama di tengah situasi global yang dipenuhi ketidakpastian. Selain kerja sama antarprovinsi, Jawa tengah memiliki beberapa sister province. Kerja samanya tidak hanya di sektor ekonomi, tapi juga pendidikan dan kesehatan. Pada awal pandemi Covid-19, banyak bantuan datang dari sister province Jawa Tengah,” ungkap Arif.

Pelaksanaan diseminasi kali ini merupakan kegiatan diseminasi kedua yang dilaksanakan BPPP Kementerian Perdagangan pada 2022. Dalam kegiatan ini BPPP mendiseminasikan tiga hasil analisis dengan judul Analisis Prioritas Jenis Barang Dalam Rangka Revisi Permendag Nomor 53 Tahun 2020, Analisis Upaya Menuju Pengakuan Dunia Terhadap Label Halal Produk Indonesia, serta Analisis Biaya dan Manfaat serta Prognosa Bidang Perdagangan Jasa Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments