Konsumsi CPO Agustus Meningkat, Ekspor Turun

0
48
CPO dan produk turunan sawit lainnya. Foto: benang.id/Gora Kunjana

Jakarta, benang.id – Produksi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) bulan Agustus 2025 mencapai 5.062 ribu ton, turun -1,00% dari bulan sebelumnya 5.113 ribu ton. Produksi PKO bulan Agustus juga turun menjadi 481 ribu ton dari 493 ribu ton.

Demikian data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) yang disampaikan Direktur Eksekutif Mukti Sardjono di Jakarta, Selasa (28/10/2025). “Secara YoY sampai dengan bulan Agustus, produksi CPO+PKO tahun 2025 mencapai 39.037 ribu ton atau naik sekitar 13,08% lebih tinggi dari produksi tahun 2024 sebesar 34.522 ribu ton,” ujarnya.

Mutki Sardjono menguraikan, total konsumsi dalam negeri mengalami peningkatan dari 2.034 ribu ton di bulan Juli menjadi 2.100 ribu ton pada bulan Agustus. Peningkatan terbesar terjadi pada konsumsi biodiesel yang naik menjadi 1.111 ribu ton atau 5,71% dari bulan sebelumnya sebesar 1.051 ribu ton.

Mukti Sardjono. Foto: benang.id/Gora Kunjana

“Konsumsi pangan juga naik menjadi 806 ribu ton dari 798 ribu ton pada bulan sebelumnya atau naik sebesar 1,00%. Namun, konsumsi oleokimia turun -1,08% menjadi 183 ribu ton dari 185 ribu ton pada bulan sebelumnya,” ucapnya.

Sementara itu, total ekspor produk sawit pada bulan Agustus turun menjadi 3.473 ribu ton atau -1,81% dari ekspor bulan sebelumnya sebesar 3.537 ribu ton. Penurunan ekspor terbesar terjadi pada CPO yang turun menjadi 494 ribu ton dari 626 ribu ton pada bulan Agustus (-21,09%) diikuti oleokimia yang turun menjadi 436 ribu ton dari 438 ribu ton pada bulan Agustus (-0,46%).

Sedangkan ekspor minyak sawit olahan mengalami kenaikan menjadi 2.343 ribu ton dari 2.307 ribu ton pada bulan Agustus (1,56%). Kenaikan ekspor lainnya juga terjadi pada olahan minyak inti sawit sebesar 199 ribu ton dari 164 ribu ton pada bulan Agustus (21,34%).

Menurut negara tujuannya, papar Mukti Sardjono, penurunan ekspor pada bulan Agustus dari bulan sebelumnya antara lain India (-160 ribu ton), Bangladesh (-76 ribu ton), dan Pakistan (-48 ribu ton). Sedangkan kenaikan ekspor terjadi untuk tujuan Malaysia (103 ribu ton), China (101 ribu ton), Afrika (40 ribu ton), EU-27 (32 ribu ton), Rusia (6 ribu ton), dan USA (4 ribu ton).

Data Gapki hingga Agustus

Ia menyebutkan, nilai ekspor produk sawit bulan Agustus mengalami kenaikan dari US$ 3,690 miliar di bulan Juli menjadi US$ 3,819 miliar pada bulan Agustus atau naik sebesar 3,50%. Secara YoY sampai dengan bulan Agustus, nilai ekspor 2025 mencapai US$ 24,785 miliar lebih tinggi 42,88% dari ekspor tahun 2024 sebesar US$ 17,347 miliar.

Peningkatan nilai ekspor yang terjadi karena harga rata-rata Januari-Agustus tahun 2025 sebesar US$ 1.204/ton Cif Rotterdam yang lebih tinggi dari rata-rata Januari-Agustus tahun 2024 sebesar US$ 1.009/ton Cif Rotterdam.

“Dengan stok awal bulan Agustus sebesar 2.568 ribu ton, produksi CPO+PKO turun menjadi 5.542 ribu ton, konsumsi dalam negeri naik menjadi 2.100 ribu ton dan ekspor turun menjadi 3.473 ribu ton, stok diakhir Agustus turun menjadi 2.543 ribu ton,” tutupnya. (*/GK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here