Tuesday, November 29, 2022
No menu items!
spot_img
HomeInternasionalL Amrih Jinangkung: Tugas di Vatikan Istimewa dan Bermakna

L Amrih Jinangkung: Tugas di Vatikan Istimewa dan Bermakna

Napoli, benang.id  – Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan, Laurentius Amrih Jinangkung mengakui mengemban tugas sebagai duta besar di Vatikan meski relatif cukup singkat merupakan hal yang istimewa dan sangat bermakna.

Hal tersebut dikemukakan Dubes Laurentius Amrih Jinangkung pada acara perpisahan dengan para misionaris di Napoli dan kota sekitar di Biara Kongregasi Maria SS Addolorata, Napoli, Italia, Sabtu (18/6/2022).

“Meski hanya satu setengah tahun, bagi kami bertugas di Vatikan adalah hal yang istimewa dan sangat bermakna. Karena setiap hari kami berjumpa dengan orang-orang kudus, yang membuat kami sangat nyaman, dan tenteram,” tutur Dubes Amrih Jinangkung dalam sambutannya.

Dubes Amrih yang datang didampingi oleh istri tercinta Bertha Jinangkung dan putra-putri mereka, beserta rombongan KBRI Vatikan, mengungkapkan bahwa penempatan di Vatikan ini berbeda dengan penempatan di negara-negara lain pada umumnya. Vatikan adalah negara yang unik, sehingga penempatan di Vatikan walaupun relatif singkat, tetapi memiliki makna tersendiri.

Dubes Amrih di Napoli
Dubes L Amrih Jinangkung dan keluarga berfoto bersama para romo dan suster Kota Napoli dan sekitar usai misa. Foto: benang.id/IST

“Kami pernah bertugas di suatu negara selama 4 tahun namun ketika tiba perpisahan biasa-biasa saja, kami pergi begitu saja. Tidak seperti saat ini rasanya berat, istri saya sampai meneteskan air mata. Kami merasakan ‘kematian’ kecil karena ada hati, perasaan kami yang tertnggal di sini di antara para romo, suster, dan misionaris lainnya,” ucap Dubes Amrih.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Amrih juga menyampaikan permohonan maafnya jika dalam waktu yang pendek ini ada kesalahan, dan mendoakan para misionaris dapat menjalankan tugas mulianya.

“Kami mohon maaf, meski waktunya pendek tentu tidak lepas dari suatu kesalahan. Semoga semua misionaris, para imam dan suster lancar dalam menjalankan tugas misi dan tugas perutusannya,” pungkas Dubes Amrih Jinangkung.

Kekhawatiran berubah jadi kebanggaan

Rm Pandri memimpin misa kudus perpisahan Dubes L Amrih Jinangkung dan keluarga bersama para romo dan suster Kota Napoli dan sekitar. Foto: benang.id/Gora Kunjana

Acara perpisahan Dubes Amrih Jinangkung dan keluarga dengan para misionaris di Napoli dan kota sekitarnya diawali dengan misa konselebrasi yang dipimpin oleh Romo Supandri SX dari Salerno, dengan konselebran Romo Anicetus Bali OAD (Napoli), Romo Raymod SSCC, dan Romo Gotfridus Sisilianus Lian Angkur Pr.

Romo Pandri dalam pengantar misa mengatakan bahwa para misionaris sangat bersyukur bisa mengenal Dubes Amrih Jinangkung dan keluarga. Meski dalam waktu yang singkat, sambung Romo Pandri, para misionaris dan Dubes Amrih sekeluarga seakan sudah saling mengenal cukup lama.

“Sayang, hubungan yang mesra ini harus berakhir. Namun kami menerima karena Bapak Dubes meninggalkan kami untuk pekerjaan yang lebih besar untuk Negara. Kami hanya bisa mendoakan Bapak Dubes dapat menjalankan tugas barunya,” ucap Romo Pandri.

Romo Bali saat khotbah
Romo Bali saat berkhotbah dalam misa bersama Dubes L Amrih Jinangkung. Foto: benang.id/Gora Kunjana

Sedangkan Romo Bali dalam khotbahnya mengatakan bahwa hubungan antara Duta Besar Takhta Suci Vatikan dengan para misionaris di Italia ibarat orang tua dan anak yang sangat dekat. Dubes adalah orang tua bagi para misionaris untuk berkeluh kesah, dan menyampaikan kesulitan dan meminta dukungan. Jika anak ditinggal orang tuanya tentu akan merasa khawatir.

“Demikian juga ketika mendengar Bapak Dubes akan meninggalkan kita, sebagai anak kita khawatir. Khawatir boleh tapi jangan sampai berlebihan dan menguasai isi kepala hingga putus asa. Harus selalu ada harapan apalagi sebagai pengikut Kristus kita yakin burung di udara saja diberi makan, dan bunga bakung diberi keindahan, apalagi kita manusia yang diberi keistimewaan oleh Tuhan,” kata Romo Bali.

Dubes Amrih di Napoli
Dubes L Amrih Jinangkung dan keluarga serta staf KBRI Vatikan berfoto bersama para romo dan suster Kota Napoli dan sekitar usai misa. Foto: benang.id/Gora Kunjana

Romo Bali melanjutkan bahwa jika mengamini hal tersebut maka tidak ada lagi kata khawatir. “Yang ada adalah pengharapan dan kebahagiaan karena Bapak Dubes mendapat tugas yang lebih besar. Kekhawatiran pun hilang jadi kebanggaan karena Bapak Dubes kita adalah salah satu putra terbaik bangsa,” tandas Romo Bali.

Kegembiraan yang mengharukan  

Dubes Amrih di Napoli
Dubes Vatikan L Amrih Jinangkung bersama rombongan disambut para suster. Foto: benang.id/Gora Kunjana

Acara perpisahan Dubes L Amrih Jinangkung dan keluarga dengan para misionaris di Napoli dan kota sekitar berlangsung penuh kegembiraan sekaligus mengharukan. Kegembiraan sangat terasa karena pada hari yang sama Dubes Amrih Jinangkung berulangtahun.

Sejak awal kedatangan suasana ceria dan meriah sudah tercipta. Begitu tiba Dubes Amrih berserta rombongan langsung disambut beberapa lagu Selamat Ulang Tahun. Suasana bahagia berlanjut usai Misa pada acara ramah tamah dan makan bersama, juga tiup lilin dan potong kue.

Dubes Amrih di Napoli
Dubes Vatikan L Amrih Jinangkung didampingi Ibu Bertha Jinangkung siap meniup lilin ulang tahun. Foto: benang.id/Gora Kunjana

Sekitar 70-an biarawati Indonesia dari berbagai ordo yang datang bernyanyi penuh suka cita untuk Dubes Amrih Jinangkung. Beberapa suster tampil menyumbangkan lagu, begitu juga para romo yang hadir dalam acara istimewa tersebut, termasuk Romo Antonius Suhermanto Pr dari Keuskupan Tanjungkarang, dan Romo Fr. Tarsi SDV. Hadir pula AM Putut Prabantoro dan Lucius Gora Kunjana yang merupakan Ketua dan Sekretaris Panitia Paskah Bersama Diaspora Katolik Indonesia yang melibatkan para misionaris di lebih dari 70 negara di dunia, pada 7 Mei 2022 lalu.

Dubes Amrih di Napoli
Para suster menyanyikan llagu untuk Dubes Vatikan L Amrih Jinangkung beserta keluarga di acara ramah tamah. Foto: benang.id/Gora Kunjana

Acara makin meriah karena para suster, romo, dan semua yang hadir  terlibat dalam sesi dansa bersama mulai dari Poco-poco, Gemu Famire, Tobelo, hingga goyang dangdut.

Dubes Amrih di Napoli
Dubes Amrih Jinangkung dan Ibu Bertha Jinangkung bernyanyi saat acara ramah tamah. Foto: benang.id/Gora Kunjana

Kegembiraan pun berbaur dengan rasa haru di ujung acara ketika satu- persatu suster mengucapkan salam perpisahan dengan Dubes Amrih dan keluarganya. Terutama saat para suster menjabat erat tangan Ibu Bertha Jinangkung, mencium dan memeluk erat, mata mereka tampak berkaca-kaca bahkan menangis sesegukan. Tepat seperti apa yang diungkapkan Dubes Amrih Jinangkung: istimewa dan sangat bermakna.

Dubes Amrih di Napoli
Foto bersama usai acara ramah tamah. Foto: benang.id/Gora Kunjana
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments