Yogyakarta, benang.id – Ketua Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Luky A Yusgiantoro menyerukan kepada anggota ISKA di seluruh Indonesia berkomitmen bersama untuk gereja, bangsa, dan kelestarian lingkungan.
Luky menyerukan hal tersebut saat melantik DPD dan DPC ISKA DIY 2026-2030, pada Minggu (25/10/2026), di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran Yogyakarta, yang menjadi momentum penting bagi penguatan organisasi dan kesinambungan pengabdian ISKA di tingkat daerah.
Pelantikan tersebut mencakup Pengurus DPD ISKA DIY serta lima kepengurusan DPC, yaitu DPC Kota Yogyakarta, DPC Kabupaten Sleman, DPC Kabupaten Bantul, DPC Kabupaten Kulon Progo, dan DPC Kabupaten Gunungkidul.
Perayaan Ekaristi dalam rangkaian pelantikan dipimpin oleh Vikep Yogyakarta Timur, Romo Tanto, sebagai selebran utama. Kegiatan dilanjutkan dengan serah terima kepengurusan dari Ketua Umum DPD ISKA DIY periode 2022 – 2026, Yulius Hernondo, kepada Ketua Umum DPD ISKA DIY periode 2026 – 2030, Wikan Indrarto.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah Pernyataan Komitmen Bersama untuk memajukan ISKA di lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta. Komitmen tersebut menjadi penegasan bahwa keberlanjutan organisasi tidak hanya bergantung pada pergantian kepengurusan, tetapi juga pada kesediaan seluruh pengurus dan anggota untuk bekerja bersama, menjaga persaudaraan, serta menjalankan amanah organisasi secara konsisten.
Luky menyambut baik pernyataan komitmen tersebut dan menyerukan agar semangat yang sama tumbuh di seluruh jajaran ISKA di Indonesia. Menurutnya, komitmen bersama harus menjadi landasan bagi setiap kepengurusan untuk bergerak dalam satu arah, saling mendukung, dan mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Pelantikan bukanlah akhir dari sebuah proses organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menghadirkan karya nyata. Kepengurusan yang baru perlu melanjutkan hal-hal baik yang telah dirintis sebelumnya, memperkuat apa yang masih perlu dikembangkan, dan menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat, bangsa, dan Gereja. Saya berharap semangat komitmen bersama ini juga tumbuh di seluruh DPD dan DPC ISKA di Indonesia,” tutur Luky.
Melanjutkan Pengabdian, Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan

Dalam kesempatan tersebut, Luky berpesan agar jajaran DPD dan DPC ISKA DIY melanjutkan berbagai kegiatan positif yang telah dilaksanakan oleh kepengurusan sebelumnya. Regenerasi organisasi hendaknya menjadi kesempatan untuk memperkuat fondasi yang telah dibangun sekaligus menghadirkan gagasan, program, dan pendekatan baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Luky juga mendorong pengurus yang baru dilantik untuk terus menghidupkan roda organisasi, meningkatkan keterlibatan anggota, memperkuat kolaborasi, serta menjadikan kompetensi dan kecendekiaan para sarjana sebagai kekuatan untuk menjawab berbagai persoalan bangsa.
Seluruh kegiatan dan program kepengurusan diharapkan mengacu pada tema Pengurus Pusat ISKA periode 2026 – 2030, yaitu “Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan.”Tema ini merupakan arah pengabdian yang menuntut ISKA tidak hanya aktif menyelenggarakan kegiatan, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Sebagai organisasi kemasyarakatan yang berasaskan Pancasila, ISKA tidak menjalankan politik praktis, tetapi berkomitmen pada politik kebangsaan. ISKA memandang bahwa keterlibatan kaum intelektual dalam kehidupan publik perlu diwujudkan melalui pemikiran yang kritis, tanggung jawab moral, penguatan demokrasi, serta keberpihakan pada kepentingan umum.
Saat ini, ISKA temiliki jaringan yang tersebar di 28 provinsi melalui DPD dan 152 kota/kabupaten melalui DPC. Jaringan tersebut merupakan modal penting untuk memperluas kontribusi ISKA dalam kehidupan kebangsaan, pelayanan masyarakat, dan penguatan persaudaraan lintas kelompok.
Dalam kepengurusan PP ISKA 2026-2030, Luky menegaskan sepuluh agenda strategis organisasi, termasuk ekonomi inklusif dan berkeadilan, perlindungan hak asasi manusia, serta ekologi dan keutuhan ciptaan. ISKA juga memperkuat perannya sebagai wadah pemikiran (think tank), pengawas intelektual (intellectual watchdog), jembatan dialog (bridge builder), jaringan pengetahuan (knowledge network), dan ruang pembentukan kepemimpinan (leadership factory).
Dengan arah tersebut, kepengurusan di daerah diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana program organisasi, tetapi juga mampu mengidentifikasi persoalan lokal, mengembangkan pemikiran yang berbasis keilmuan, membangun kemitraan, dan memberikan kontribusi bagi penyelesaian persoalan masyarakat.
Dari Komitmen Menjadi Karya Nyata

Pelantikan DPD dan DPC ISKA DIY menjadi momentum untuk menerjemahkan komitmen organisasi ke dalam tindakan yang berkelanjutan. Pernyataan komitmen bersama tidak boleh berhenti sebagai simbol, tetapi perlu diwujudkan melalui program kerja, kolaborasi, dan pengabdian yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Luky berharap kepengurusan DPD dan DPC ISKA DIY periode 2026–2030 dapat menjalankan amanah dengan integritas, semangat persaudaraan, serta keberanian untuk memberikan kontribusi nyata. Kepentingan bangsa dan Gereja hendaknya senantiasa menjadi orientasi dalam setiap langkah pengabdian.
Semangat tersebut juga menjadi ajakan bagi seluruh keluarga besar ISKA di Indonesia untuk menjaga rumah bersama, merawat persaudaraan, memperjuangkan keadilan, dan membangun kesejahteraan yang berkelanjutan.
Dengan demikian, ISKA diharapkan semakin hadir bukan hanya sebagai organisasi yang aktif, tetapi sebagai rumah intelektual dan ruang pengabdian yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan bangsa. (*/GK)


