Mas Marrel Bangga Padel DIY Rebut Perak Kejurnas 2026, Siap Berjuang Lebih Keras

0

JAKARTA, BENANG – Ketua Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) DIY, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo, mengapresiasi perjuangan tim padel beregu putra Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang sukses meraih medali perak pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Padel 2026.

Meski gagal merebut gelar juara setelah kalah 1-2 dari Kalimantan Timur pada partai final di HQ Padel dan Tennis, Jakarta Selatan, Minggu (18/10/2026), Mas Marrel menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa padel DIY mampu bersaing di level nasional, meski tergolong cabang olahraga yang relatif baru berkembang di Yogyakarta.

“Kami tidak perlu banyak bicara, tetapi kami berjuang untuk menjadi jawara. Saya bangga kepada tim putra maupun putri yang telah menunjukkan kegigihan hingga akhir. Inilah keluarga kecil padel DIY yang akan terus berjuang dan berkembang untuk meraih prestasi lebih tinggi,” ujar Mas Marrel.

Menurut dia, keberhasilan menembus final merupakan hasil perjuangan kolektif para atlet sekaligus modal penting untuk memperkuat pembinaan padel di DIY.

Medali perak yang diraih bukanlah akhir perjalanan, melainkan pijakan untuk meningkatkan kualitas atlet agar mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Perjuangan Ketat hingga Partai Final

Final melawan Kalimantan Timur berlangsung sengit. DIY sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui kemenangan Jones Rayhan setelah kalah pada partai pembuka. Namun, hasil partai penentuan membuat DIY harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 1-2.

Pada partai pertama, Rafli Imam belum berhasil menyumbangkan poin bagi DIY. Ia menelan kekalahan dengan skor 7-6, 6-2, 6-3.

Harapan DIY kembali terbuka setelah Jones Rayhan tampil apik. Sempat kehilangan set pertama dengan skor 4-6, Jones bangkit dan merebut dua set berikutnya dengan skor 6-3 dan 7-5 untuk menyamakan kedudukan.

Sayangnya, Dimas Yogi belum mampu mengunci kemenangan pada partai ketiga. Ia kalah dengan skor 6-2 dan 6-1 sehingga Kalimantan Timur memastikan gelar juara, sedangkan DIY harus puas sebagai runner-up.

Mas Marrel mengatakan, pertandingan melawan tim-tim kuat memberikan pengalaman penting bagi para atlet. Menurutnya, kesempatan menghadapi lawan berkualitas menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding.

“Perjalanan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi para atlet. Kami menghadapi lawan-lawan tangguh, mulai dari DKI Jakarta di semifinal hingga Kalimantan Timur di final. Pertandingan seperti ini menjadi kesempatan bagi atlet untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan berkembang lebih baik,” katanya.

Apresiasi untuk Seluruh Pendukung Padel DIY

Sebelum mencapai final, tim beregu putra DIY berhasil menyingkirkan DKI Jakarta pada babak semifinal, Sabtu (17/10/2026), dengan kemenangan agregat 2-0.

Pasangan Jones/Yogi membuka keunggulan melalui kemenangan dua set langsung dengan skor 6-3 dan 6-1. Poin kedua kemudian disumbangkan pasangan Imam/Rafli yang memenangi pertandingan tiga set dengan skor 6-7, 7-6, 6-4.

Bagi Marrel, pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang bersama-sama mendorong perkembangan padel di Yogyakarta.

Ia menyampaikan terima kasih kepada KONI DIY, klub-klub padel, para pemain, orang tua atlet, kalangan akademisi, serta pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten.

“Saya berterima kasih kepada KONI DIY, seluruh klub, pemain, orang tua, akademisi, Pemda DIY, pemerintah kabupaten, dan semua pihak yang telah bekerja sama serta memberikan dukungan. Kebersamaan inilah yang mengantarkan kami sampai di titik ini,” ungkapnya.

Ia menegaskan, PBPI DIY akan menjadikan hasil Kejurnas Padel 2026 sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan dan membuka lebih banyak peluang bagi atlet daerah untuk berkembang.

Kejurnas Padel 2026 diikuti 20 provinsi dan menjadi bagian dari upaya PBPI memperkuat pembinaan sekaligus memetakan potensi atlet untuk jenjang kompetisi berikutnya, termasuk persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Bagi padel DIY, medali perak ini menjadi pencapaian penting sekaligus penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Di bawah kepemimpinan Marrel, perjuangan belum berhenti di podium kedua. Target berikutnya adalah membawa padel DIY melangkah lebih jauh dan bersaing memperebutkan gelar juara di level nasional. (*)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here