Melalui Kampanye Sambal si Petualang, Scoot Terhubung dengan Masyarakat Indonesia

0
115
Chief Commercial Officer Scoot, Calvin Chan dan Martcellia Liunic, pada peluncuran kampanye Sambal si Petualang. Foto: benang.id/Gora Kunjana

* Kolaborasi dengan seniman lokal Indonesia, Martcellia Liunic, menciptakan aksesori perjalanan eksklusif yang terinspirasi dari budaya Indonesia

* Aksesori akan tersedia secara bertahap untuk ditukarkan di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Medan mulai 14 Mei 2026

Jakarta, benang.id – Maskapai penerbangan bertarif rendah yang merupakan anak perusahaan Singapore Airlines (SIA), Scoot, meluncurkan kampanye terbarunya di Indonesia, Sambal si Petualang. Berkolaborasi dengan Martcellia Liunic (Liunic), seorang seniman visual berbasis di Jakarta yang dikenal dengan karya seni buatan tangan yang unik, imajinatif, dan dapat dikenakan, kampanye ini merayakan budaya Indonesia melalui salah satu elemen penting dalam kuliner sehari-hari, yaitu sambal.

Bagi banyak masyarakat Indonesia, makan terasa belum lengkap tanpa sambal. Sambal si Petualang terinspirasi dari kebiasaan ini untuk membangun koneksi yang lebih dekat dengan masyarakat Indonesia, dengan mengajak pelanggan membawa cita rasa rumah dalam setiap perjalanan bersama Scoot. Untuk mencerminkan semangat Scoot yang menyenangkan dan bebas, tiga aksesori perjalanan dengan desain unik dan dilengkapi kantong resleting diciptakan bersama Liunic, sehingga pelanggan dapat membawa sambal kemasan saat bepergian.

Martcellia Liunic pada peluncuran kampanye Sambal si Petualang. Foto: benang.id/Gora Kunjana

Hadir dalam acara peluncuran kampanye yang digelar di Artotel Gelora Senayan Jakarta, Kamis (7/5/2026) ini, Chief Commercial Officer Scoot, Calvin Chan, serta Liunic. Dalam acara ini, media dan kreator konten mendapatkan kesempatan pertama untuk melihat aksesori perjalanan tersebut serta memahami proses kreatif di balik ilustrasi yang dibuat oleh Liunic untuk kampanye ini.

Sebagai bagian dari peluncuran kampanye, Scoot juga mengirimkan sejumlah kreator konten perjalanan dari Indonesia ke berbagai destinasi Scoot. Mereka tidak hanya menampilkan aksesori perjalanan Sambal si Petualang, namun juga meningkatkan kesadaran terhadap Scoot di kalangan masyarakat Indonesia melalui kecintaan mereka terhadap pariwisata.

Komunitas Backpacker internasional juga hadir pada peluncuran kampanye Sambal si Petualang Scoot. Foto: benang.id/Gora Kunjana

Aksesori perjalanan edisi terbatas ini akan dikemas dalam konsep blind box dan dapat ditukarkan oleh pelanggan Scoot di beberapa bandara di Indonesia, seperti di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Internasional Kualanamu Medan, Bandara Internasional Juanda Surabaya, dan Bandara Internasional Yogyakarta.

Pelanggan Scoot yang berangkat dari bandara-bandara tersebut dapat menukarkan blind box dengan menunjukkan boarding pass di lokasi yang telah ditentukan pada periode berikut:
* Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta: 14 Mei 2026 – 10 Juni 2026
* Bandara Internasional Juanda, Surabaya: 18 Juni 2026 – 24 Juni 2026
* Bandara Internasional Yogyakarta: 18 Juni 2026 – 24 Juni 2026
* Bandara Internasional Kualanamu, Medan: 25 Juni 2026 – 8 Juli 2026

Chief Commercial Officer Scoot, Calvin Chan memberikan sambutan pada peluncuran kampanye Sambal si Petualang. Foto: benang.id/Gora Kunjana

Calvin Chan, Chief Commercial Officer Scoot, mengatakan, Kampanye Sambal si Petualang merupakan perayaan kekayaan warisan kuliner Indonesia yang dirancang untuk menghadirkan rasa nyaman bagi pelanggan Scoot dari Indonesia, sehingga mereka tetap dapat merasakan cita rasa rumah ke mana pun mereka bepergian.

“Di Scoot, kami percaya bahwa perjalanan adalah tentang menemukan hal baru secara spontan, membangun koneksi, dan menciptakan momen berkesan. Oleh karena itu, kami sangat antusias bekerja sama dengan seniman visual Indonesia, Liunic, untuk menghadirkan elemen yang akrab menjadi teman perjalanan yang menyenangkan bagi pelanggan kami. Indonesia selalu menjadi pasar penting bagi Scoot, dan kampanye ini akan hadir di beberapa destinasi Scoot di Indonesia termasuk Jakarta, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta, untuk memperkaya pengalaman perjalanan lebih banyak pelanggan kami,” tutur Calvin Chan.

Blind Box dan pouch Sambal si Petualang. Foto: benang,id/Gora Kunjana

Liunic, Seniman Visual, mengatakan merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan Scoot untuk mewujudkan kampanye Sambal si Petualang. “Sebagai orang Indonesia dan pecinta sambal, kolaborasi ini menjadi sangat bermakna karena kami mengubah sesuatu yang dekat dengan keseharian menjadi sesuatu yang menyenangkan sekaligus fungsional. Saya berharap aksesori perjalanan ini dapat membawa kebahagiaan tambahan dalam setiap perjalanan bersama Scoot,” imbuhnya.

Liunic mengungkapkan tiga aksesoris perjalanan berupa mini pouch: terdiri dari Captain Sambal berbentuk oval, Carry-on Buddy persegi empat, dan Travelling Chilli berbentuk cabe merah, tersebut merupakan hasil diskusi bersama Scoot, terinspirasi dari sambal, cabe dan pengalaman traveling. “Desain chilli itu menurut aku spesial banget karena lucu sekali. Kita dapat taruh sambel di dalam mini pouch bentuk cabe itu,” ujarnya.

Perdagangan, pariwisata, hingga tumbuhnya ekonomi baru 

Chief Commercial Officer Scoot, Calvin Chan (T-Shirt hitam) memaparkan kinerja Scoot, usai peluncuran kampamnye Sambal si Petualang. Foto: benang.id/Gora Kunjana

Pada bagian lain, Calvin Chan memaparkan lebih detail perjalanan Scoot mulai dari mengudara pada Juni 2012. Bergabung dengan Tigerair Singapore pada Juli 2017, dengan tetap mempertahankan merek Scoot untuk babak baru pertumbuhannya. Serta perkembangan Scoot hingga Maret 2026, termasuk di antaranya memperoleh keanggotaan IATA pada 2022 untuk memenuhi standar industri global khususnya bagi keselamatan dalam operasi penerbangan.

Calvin mengatakan Scoot saat ini terbang ke lebih dari 80 destinasi di 18 negara dan wilayah di Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan Eropa, baik penerbangan berdurasi singkat, medium, hingga jarak jauh.

“Khusus di Indonesia, saat ini Scoot melayani penerbangan ke 16 kota, termasuk Belitung yang baru saja diluncurkan. Scoot juga akan terbang ke Pontianak pada Juni 2026, sehingga total melayani 17 destinasi di Indonesia dengan frekuensi penerbangan mencapai 150 per minggunya,” jelasnya.

Chief Commercial Officer Scoot, Calvin Chan dan Martcellia Liunic, saat Q & A pada peluncuran kampanye Sambal si Petualang. Foto: benang.id/Gora Kunjana

Calvin Chan menyatakan bahwa Indonesia menjadi pasar yang sangat penting bagi Scoot karena merupakan kontributor terbesar kapasitas total jaringan penerbangan Scoot. “Indonesia akan selalu dan terus menjadi pasar yang penting bagi pertumbuhan Scoot,” katanya.

Scoot mencatat penerbangan dari dan ke Indonesia untuk tahun fiskal 2025 hingga Maret 2026 tumbuh 25,2 persen, dengan peningkatan kapasitas tahunan sebesar 23,5 persen. Scoot memroyeksikan kapasitas penerbangan mingguan ke berbagai destinasi Indonesia akan tumbuh sebesar 22 persen mulai dari 29 Juni 2026.

“Dengan tambahnya Pontianak sebagai destinasi ke-17 di Indonesia, kami akan menjadi maskapai terbesar yang melayani paling banyak destinasi di Indonesia. Kami juga akan menyediakan konektivitas tanpa hambatan bagi para pelancong antara destinasi di Indonesia dengan seluruh jaringan dari grup Singapore Airlines melalui Singapura, juga mempromosikan perdagangan dan pariwisata untuk memperkuat perekonomian Indonesia,” jelasnya.

Pesawat A320neo. Foto: Scoot

Lebih jauh Calvin memaparkan bahwa Scoot memiliki lebih dari 60 armada pesawat modern dan efisien, yang terdiri dari pesawat berbadan lebar Boeing 787 Dreamliners dan pesawat Airbus A320 berlorong tunggal, dan pesawat Embraer E190-E2. Modern karena ketiga jenis pesawat tersebut berumur sekitar 6 tahun, dibanding rata-rata usia pesawat di industri penerbangan pada umumnya yang berkisar 14-15 tahun. Sementara efisien karena pesawat modern tersebut mampu menurunkan emisi karbon dan konsumsi bahan bakar sebesar 25 persen.

Adapun pilihan pesawat berbadan lebar, berlorong tunggal, dan kapasitas 112 penumpang menunjukkan adanya fleksibilitas penerbangan dan kapasitas yang disediakan Scoot sesuai permintaan konsumen dan pasar.

“Indonesia merupakan pasar yang penting bagi kami, Scoot juga ingin ada rekam jejak perjalanan kami di Indonesia ini terus berkembang. Mulai Desember 2025 lalu kami menambah destinasi baru, Labuan Bajo, Medan, Palembang, Semarang, Belitung, akhir Juni nanti Pontianak. Destinasi-destinasi ini bukan antar kota di Indonesia tapi juga dari Singapura menuju kota tersebut. Jadi ini persoalan memperluas jaringan baru, bukan sekadar ada demand di pasar atau tidak, selain itu kami juga melakukan penyesuaian dengan tipe-tipe armada sehingga memungkinkan terbang ke destinasi baru itu,” jelasnya.

Chief Commercial Officer Scoot, Calvin Chan dan flyer Scoot. Foto: benang.id/Gora Kunjana

Penerbangan ke destinasi-destinasi baru ini merupakan strategi Scoot tidak hanya di Indonesia namun juga di cakupan jaringan yang lebih luas dari Singapore Airlines. “Kami juga ingin meningkatkan dan mengembangkan adanya potensi perdagangan dan pariwisata, pertumbuhan ekonomi baru. Nah, Pontianak jadi pilihan karena ada potensi di sana selain juga ada permintaan pasar,” imbuhnya.

Terakhir, Calvin Chan menegaskan bahwa Scoot bukanlah maskapai penerbangan berbiaya rendah (Low-cost Carrier/LCC) seperti pada umumnya. Scoot memiliki semangat besar untuk perjalanan, menghubungkan masyarakat dan budaya, serta menembus batasan. Scoot mewujudkan hal ini dengan terus berinovasi dan mencari peluang baru untuk berkembang.

Sebagai LCC terkemuka dan pemenang berbagai penghargaan, Scoot berupaya memberikan layanan yang andal dan berkualitas kepada pelanggannya dengan menawarkan produk yang dapat disesuaikan dan unik, serta pengalaman perjalanan yang nyaman dan lancar dengan harga yang terjangkau. (*/GK)

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here