Sunday, November 27, 2022
No menu items!
spot_img
HomeNasionalMelki: Pelonggaran Masker Sinyal Positif Pengendalian Pandemi

Melki: Pelonggaran Masker Sinyal Positif Pengendalian Pandemi

Jakarta, benang.id –   Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena mendukung langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melonggarkan kebijakan penggunaan masker di luar ruangan. Melki, sapaan akrabnya, menyebutkan ini merupakan sinyal positif pengendalian pandemi di tanah air sudah makin baik.

“Dimana justru setelah habis Idulfitri, dengan berbagai parameter tentunya, itu dilakukan pelonggaran (penggunaan masker di luar ruangan),” jelas Melki saat menjadi narasumber dalam diskusi Dialektika Demokrasi ‘Hepatitis Akut Mengancam, Bagaimana Antisipasinya?’ di Media Center DPR RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (19/5/2022), seperti dilansir dpr.go.id.

Politisi Partai Golkar ini meyakini, pemerintah pasti sudah melihat berbagai parameter sebelum menetapkan pelonggaran kebijakan masker ini. Seperti pertama, penularan yang terjadi tidak lebih tinggi dari 20 orang dibanding 100 ribu penduduk. Lalu di rumah sakit hanya ada 5 orang pasien dibanding 100 penduduk.

Sementara untuk kasus meninggal hanya satu orang dibanding 100 ribu orang penduduk, kemudian vaksinasinya di atas 70%, kemudian tingkat penularan di wilayah RT nya hanya satu.

“Itu kalau kita lihat parameter seperti itu, memang pemerintah sudah bisa mengatakan kalau kita ini sudah menjadi endemi,” tambahnya.

Meski demikian, legislator dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) II tersebut tetap meminta masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) meski kebijakan ini diberlakukan secara nasional. Pasalnya, penerapan kebijakan ini akan bersifat individu yang memerlukan kepekaan masyarakat dalam pelaksanaannya.

“Cuman bagi masyarakat sendiri, karena ini akan menjadi sangat individu sifatnya, apabila ada seseorang atau anggota keluarganya atau teman-teman sekitarnya juga yang ternyata dia terindikasi agar gejala-gejala Covid-19 sebaiknya orang itu dikarantina dan diharapkan pakai masker. Harus ada kesadaran dari orang per orang, komunitas perkomunitas, apabila anggota keluarga atau teman, atau kerabat, yang ada gejala itu, dikarantina dulu, dicek, kemudian pakai masker,” tutup Melki. 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments