Muscab AMA 2026 Tunjuk Agus Kurniawan jadi Ketua 2026-2030

0
51
Laporan pertanggungjawaban dalam Muscab AMA

Yogyakarta, benang.id – Agus Kurniawan terpilih menjadi Ketua Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) Cabang Yogyakarta untuk periode 2026-2030, dalam Musyawarah Cabang (Muscab) 2026 di Kantor Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) DIY, Sabtu (30/5/2026). Muscab yang dipimpin oleh Danang Yudhiantoro (Ketua Sidang) didampingi Fransisca Diwati (Wakil Ketua Sidang), dan Renta Ardhana (Sekretaria Sidang) menerima Laporan Pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya.

Hadir dalam Muscab AMA Indonesia tersebut antara lain Agus Kurniawan (Ketua AMA Cabang Yogyakarta periode sebelumnya), Gunarta Adibrata (WKU Koordinator Bidang 2 JADIN DIY), Topan Satir (Ketua Steering Committee), Y Sri Susilo (Anggota Steering Committee) dan sejumlah pengurus AMA Cabang Yogyakarta.

Muscab AMA Indonesia Cabang Yogyakarta diikuti sebanyak 25 peserta yang mewakili pengurus dan anggota. Forum Muscab tersebut telah menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya yang diketuai oleh Agus Kurniawan.

Dalam forum Muscab tersebut juga dipilih secara aklamasi Agus Kurniawan menjadi Ketua Umum dan Adit Setiawan selaku Sekretaris Jendral untuk kepengurusan periode 2026-2030. Dengan demikian Agus Kurniawan terpih kembali menjadi Ketua Umum AMA Indonesia Cabang Yogyakarta.

AMA talk 2026

Setelah Muscab diselenggarakan acara “AMA Talk 2026” dengan topik “Leading Beyond Limits” (Strategi Manajemen untuk Bertahan, Bertumbuh dan Berdampak). Hadir sebagai narasumber adalah Robby Kusumaharta (WKU Koordinatir Bidang 2 Kadin DIY), Ahmad Syauqi Soeratno (Anggota DPD RI) dan Adit Setiawan (Owner PT Indonesia Plavon Semesta, Yogyakarta). AMA Taks dimoderatori Fransisca Dewati (Pengurus AMA Yogyakarta dan Kadin DIY).

Hadir dalam forum AMA Talk 2026 antara lain Wawan Harmawan (Wawali Yogyakarta), Gunarta Adibrata (WKU Koodinator 2 Kadin DIY) dan sejumlah peerta yang mewakili AMA Cabang Yogyakarta, Perguruan Tinggi (PTN/PTS), Lions Club Yogyakarta, Kadin DIY dan Pelaku Usaha termasuk UMKM. Jumlah peserta AMA Talk 2026 mencapai 100 orang.

Wawan Harmawan, Wawali Yogyakarta, dalam sambutan pembuka AMA Talk mengharapkan AMA Indonesia Cabang Yogyakarta dapat berdampak dan bermanfaat nyata bagi anggota dan Masyarakat, khususnya dunia usaha.

Ia mengingatkan kondisi bisnis dan ekonomi saat ini tidak terlalu baik dan penuh tantangan. “:Untuk itu anggota AMA, khususnya pengusaha, harus berinonasi agar mamapu menerap strategi untuk mampu bertahan dan sukur mampu tumbuh dan berdampak bagi sesama anggota dan masyarakat luas,” ujarnya.

Muscab AMA Indonesia Chapter Indonesia 2026

Robby Kusumaharta, yang juga merupakan salah satu pengusaha senior di DIY, mengatakan bahwa dalam berusaha atau berbisnis siapa saja harus mengedepakan etika bisnis dan kompetensi.

Menurutnya, etika berfungsi sebagai “kompas moral” yang memastikan setiap keputusan bisnis tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, transparansi, dan tanggung jawab sosial.

“Selanjutnyua kompetensi dalam bisnis adalah kombinasi pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang memungkinkan seseorang atau perusahaan menjalankan, mengelola, dan mengembangkan usaha secara efektif,” katanya.

Sedangkan Ahmad Syauqi Soeratno yang sejak berusia 22 tahun sudah berbisnis dan berorganisasi, mengatakan bahwa anggota AMA Indonesia Cabang Yogyakarta harus paham mengenai leadership dan managerialship.

Narasumber dan moderator AMA Talks

Menurut Syauqi, leadership atau kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi, menginspirasi, dan membimbing orang lain agar bekerja sama mencapai tujuan tertentu.

“Managerialship adalah keterampilan, seni, atau kapasitas seseorang dalam mengelola, mengatur, dan mengoordinasikan berbagai sumber daya (seperti manusia, waktu, dan modal) secara sistematis untuk mencapai tujuan bisnis atau organisasi. Keduanya dibutuhkan dalam menjalankan organissasi, baik bisnis dan non-bisnis,” jelasnya.

Adapun Adit Setiawan, pemilik beberapa perusahaan di DIY dan di luar negeri mengatakan, berdasarkan pengalaman pribadinya dalam berbisnis salah satu faktor yang penting adalah menjalin kerja sama melaluii jaringan bisnis.

Menurut Adit, jaringan bisnis (business networking) adalah aktivitas membangun relasi profesional untuk mengembangkan koneksi dan peluang kolaborasi. Jaringan bisnis adalah praktik membangun hubungan atau relasi profesional antara individu, perusahaan, dan pemangku kepentingan. “Dari kerjasama melalui jaringan bisnis inilah dapat memulai dan mengembangnkan usaha,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Agus Kurniawan secara pribadi mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta Muscab yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk memimpin kembali AMA Indonesia Cabang Yogyakarta.

Selanjutnya Agus meminta dukungan kepada seluruh anggota dan diharapkan bersedia menjadi pengurus periode 2026-2030. “Dari kalangan muda atau Gen-Z juga kita ajak untuk aktif menjadi pengurus AMA Indonesia Cabang Yogyakarta periode mendatang”, jelas Agus Kurnjiawan dalam rilisnya kepada media. (*/GK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here