Passive Income Tak Kunjung Terwujud Gara-Gara Satu Kesalahan Ini

0
78
Foto Ilustrasi DANA+

Jakarta, benang.id — Passive income merupakan salah satu topik yang paling sering dibicarakan di media sosial. Banyak orang ingin punya penghasilan tambahan tanpa harus bekerja lebih lama. Namun, di balik tren tersebut, masih ada satu anggapan yang membuat orang enggan memulai: investasi dianggap harus dimulai dengan modal besar.

Deloitte Global 2025 Gen Z and Millennial Survey mencatat bahwa biaya hidup menjadi kekhawatiran terbesar bagi 39 persen Gen Z dan 42 persen milenial. Bahkan, 48 persen Gen Z dan 46 persen milenial mengaku belum merasa memiliki kondisi keuangan yang aman.

Di sisi lain, akses masyarakat terhadap layanan keuangan terus meningkat. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,51 persen, sementara literasi keuangan berada di angka 66,46 persen. Artinya, semakin banyak masyarakat yang telah menggunakan layanan keuangan, namun pemahaman dalam mengelola keuangan secara optimal masih minim.

Menurut Ivan Kusuma, Head of Investment and Insurance DANA, “Mitos terbesar tentang passive income adalah harus dimulai dengan modal besar. Faktanya, yang paling menentukan bukan seberapa besar uang yang dimiliki, tapi seberapa cepat seseorang mulai berinvestasi dan konsisten membangun aset sesuai tujuan finansialnya.”

Semakin mudahnya akses investasi digital membuat masyarakat kini bisa mulai membangun passive income tanpa harus menunggu memiliki modal besar.

Salah satu instrumen yang banyak dipilih adalah reksa dana karena dikelola oleh manajer investasi profesional dan dapat diakses mulai dari nominal yang relatif terjangkau, sehingga cocok bagi investor pemula.

Tren inilah yang mendorong hadirnya DANA+ dan memungkinkan saldo pengguna berpotensi bertumbuh dengan minimal isi saldo mulai dari Rp10.000. Saldo DANA+ kemudian akan ditempatkan pada reksa dana pasar uang dengan potensi imbal hasil harian, sekaligus tetap dapat digunakan untuk bertransaksi. Dengan begitu, uang yang tersimpan menjadi lebih produktif tanpa mengurangi fleksibilitas pengguna.

Sejak diluncurkan pada awal 2026, lebih dari 14 juta pengguna telah menggunakan DANA+. Fitur ini dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari menyiapkan dana darurat hingga berbagai rencana keuangan di masa depan.

Meski akses semakin mudah, Ivan menilai edukasi tetap menjadi faktor penting agar masyarakat memahami bahwa membangun passive income merupakan proses jangka panjang, bukan cara untuk memperoleh keuntungan instan.

“Passive income seharusnya tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang hanya bisa dicapai segelintir orang. Dengan akses yang semakin mudah dan edukasi yang tepat, semakin banyak masyarakat bisa mulai membangunnya secara aman dan berkelanjutan. Inilah komitmen yang terus kami dorong melalui DANA+,” tutup Ivan.

DANA+ merupakan fitur investasi di aplikasi DANA yang memungkinkan pengguna berinvestasi pada produk Reksa Dana Pasar Uang yang dikelola oleh STAR AM serta telah memperoleh izin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Investasi reksa dana mengandung risiko. Pengguna disarankan untuk membaca dan memahami Prospektus serta Fund Fact Sheet produk reksa dana sebelum berinvestasi. (*?GK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here