
Aceh Tenggara, benang.id — Suasana haru dan syukur menyelimuti Perayaan Ekaristi di Paroki Santo Yosef Lawe Desky, Keuskupan Agung Medan, Aceh Tenggara, Minggu, 4 Oktober 2026.
Dalam misa tersebut, Ketua SSCC Distrik Sumatera, Pastor Paulus Halek Bere SSCC, membacakan Surat Keputusan Uskup Agung Medan terkait pergantian Vikaris Parokial di paroki tersebut.
Pergantian ini tertuang dalam dua SK yang ditetapkan Uskup Agung Medan, Mgr Kornelius Sipayung OFMCap, pada 8 September 2026 di Medan.
Pertama, melalui SK No. 779/R/IX/2026, RP Adrianus David Nautani SSCC diberhentikan dengan hormat dari tugasnya sebagai Vikaris Parokial Paroki Santo Yosef Lawe Desky. Pastor David ditarik oleh Pimpinan Kongregasi Hati Kudus Yesus dan Maria (SSCC) untuk mengemban perutusan baru. SK pemberhentian berlaku efektif sejak 15 September 2026.
Kedua, melalui SK No 784/R/IX/2026, Uskup Agung Medan mengangkat RP Taruna Boy Sitepu SSCC sebagai Vikaris Parokial yang baru di Paroki Lawe Desky. Ia akan menjalankan tugas pastoral untuk masa bakti 15 September 2026 hingga 14 September 2031.

Pembacaan SK oleh Pastor Paulus Halek Bere SSCC ini menjadi momen resmi peralihan tugas pelayanan pastoral di wilayah Aceh Tenggara tersebut.
Dalam sambutan perpisahannya, Pastor Adrian menyampaikan pesan yang sangat menyentuh hati umat. Ia mengutip lirik lagu lawas dari White Lion – Farewell To You (1989): “It was easier to say hello than to say goodbye. Now the bus is leavin’ once again, I bid farewell to you.” Artinya: Lebih mudah menyapa halo ke orang baru, daripada mengucapkan selamat tinggal ke sahabat lama.
Tak hanya itu, Pastor Adrian juga melantunkan sepenggal lagu hits Andmesh Kamaleng – Cinta Luar Biasa: “Aku tak punya bunga, aku tak punya harta, yang ku punya hanyalah hati yang tulus.”
Lagu tersebut ia sampaikan sebagai ungkapan ketulusan dan cinta yang luar biasa selama melayani umat di Lawe Desky. Di akhir sambutannya, ia memohon doa dari seluruh umat Paroki Lawe Desky untuk mendoakannya dalam karya pelayanan di tempat tugas yang baru. Dengan penuh kerendahan hati, Pastor Adrian juga menyampaikan pesan perpisahan secara langsung kepada umat. “Saya minta bapa dan mama sekalian mendoakan saya di tempat tugas saya yang baru. Dan saya juga mendoakan bapa dan mama di sini agar selalu diberkati Tuhan,” ujar Pastor Adrian.
Pernah kuliah di UGM

Sementara itu, Pastor Taruna Boy Sitepu SSCC dalam sambutan perdananya membagikan kisah panggilan yang menginspirasi. Ia mengisahkan perjalanannya yang tidak mudah untuk masuk Biara SSCC. Sebelumnya, ia pernah kuliah di jurusan Teknik Mesin di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan sudah bekerja di salah satu perusahaan besar di Batam.
Namun melalui bimbingan Pastor Rolf SSCC, ia akhirnya mantap memilih jalan panggilan menjadi imam dan masuk Biara SSCC tanpa sepengetahuan orang tua. Orang tua sempat kecewa, namun berkat karya Roh Kudus, akhirnya luluh dan menerima panggilannya dengan penuh sukacita.
Ia pun menceritakan alasan orang tuanya sempat tidak setuju. “Kata bapak saya, saya adalah anak pertama dan sebagai penerus marga, begitu kata bapak saya,” ungkap Pastor Boy yang akrab disapa Pastor Lukas Sitepu.
“Tapi tanggapan mama saya berbeda. Mama saya bilang, ‘Kamu terlalu ganteng kalo untuk jadi pastor, mama merasa sayang sekali’,” lanjutnya, yang langsung disambut gelak tawa umat, walaupun suasana saat itu cukup haru. Pastor Lukas Sitepu adalah putra asli Kabanjahe, Tanah Karo.
Umat Paroki Lawe Desky menyampaikan terima kasih yang tulus atas dedikasi, pengorbanan, dan pelayanan Pastor David selama berkarya bersama umat. Umat juga menyambut dengan penuh sukacita dan harapan baru kehadiran Pastor Taruna Boy Sitepu, SSCC untuk melanjutkan karya pewartaan dan pelayanan di tengah umat. (Sebastianus Naga, Mahasiswa STP Santo Bonaventura Keuskupan Agung Medan/GK)

