Pengembangan Talenta Seni Budaya adalah Bagian Strategis Pembangunan SDM

0
Pertunjukan seni dari para talenta unggul program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya dalam acara MTN Wave: Gelombang Talenta Seni Budaya Indonesia di Teater Jakarta, pada Rabu (11/2/2026).

Jakarta, benang.id – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pengembangan talenta seni budaya merupakan bagian strategis dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Menbud Fadli Zon mengatakan hal itu acara “MTN Wave: Gelombang Talenta Seni Budaya Indonesia”, yang digelar Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

MTN Wave merupakan sebuah pagelaran yang merangkum proses, capaian, dan arah ke depan pembinaan talenta seni budaya sebagai ekosistem yang terus bertumbuh, bergerak, dan beresonansi dengan zaman. Menbud menekankan bahwa MTN Seni Budaya bukan program sementara, melainkan program nasional yang keberlangsungannya dijamin oleh kebijakan negara.

Manajemen Talenta Nasional (MTN) merupakan program prioritas nasional yang diinisiasi oleh Kementerian PPN/Bappenas yang mencakup bidang Riset dan Inovasi, Olahraga, serta Seni Budaya. Khusus untuk bidang Seni Budaya, pengelolaannya dilaksanakan oleh Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan.

“Negara hadir bukan hanya merayakan talenta, tetapi untuk merawat secara berkelanjutan, lintas sektor, lintas generasi,” tegas Menbud Fadli Zon.

Menbud Fadli Zon memberikan sambutan MTN Wave: Gelombang Talenta Seni Budaya Indonesia di Teater Jakarta, pada Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, tantangan ke depan bukan lagi berbicara mengenai minimnya jumlah talenta, melainkan memperluas akses dan membangun lintasan yang adil agar setiap talenta di Nusantara memiliki kesempatan setara untuk tumbuh. Karena itu, penguatan ekosistem tidak hanya melibatkan pemerintah pusat dan komunitas, tetapi juga pemerintah daerah, industri, satuan pendidikan, sektor swasta, hingga mitra internasional untuk membangun ekosistem seni budaya yang sehat, terbuka, dan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa talenta seni budaya Indonesia tidak hanya hadir sesaat di panggung, tetapi juga bertumbuh, berdaya saing, dan berkontribusi jangka panjang bagi kebudayaan bangsa. Talenta tidak boleh berhenti hanya di panggung pertunjukan atau festival. Mereka harus memiliki jalur pembinaan, rekognisi, dan keberlanjutan karir,” tegas
Menbud Fadli Zon.

Dalam kesempatan tersebut, Menbud Fadli didampingi Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo, menyerahkan apresiasi kepada sejumlah pihak yang setia merawat dan melahirkan talenta-talenta Indonesia hingga berkiprah di panggung internasional. Penghargaan ini diberikan kepada 88 Rising, Dangdut Academy, dan Indonesian Idol.

Pengelolaan MTN Seni Budaya yang dilakukan Kementerian Kebudayaan turut menuai apresiasi dari sejumlah pihak.

Apresiasi ini disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari. “Bagi kami MTN Seni Budaya adalah contoh nyata bagaimana negara harus hadir, bukan hanya membangun ruang tetapi membangun ekosistem,” kata Qodari, dalam sambutannya.

Melalui pendekatan yang konkret kepada masyarakat, ia berharap pelaksanaan MTN dapat terlaksana lebih relevan sebagai modal sosial dalam pembangunan kebudayaan Indonesia. Apresiasi serupa disampaikan Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, atas pengelolaan MTN Seni Budaya yang dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan. “MTN Seni Budaya, menurut kami, adalah yang paling terbaik dan paling maju,” ujarnya.

Deputi Pungkas Bahjuri Ali menambahkan bahwa penyelenggaraan MTN merupakan bentuk ikhtiar pemerintah dalam membentuk SDM yang berdaya saing secara sistematis dan berkelanjutan guna mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dirjen PPPK Ahmad Mahendra memaparkan laporan pelaksanaan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya dalam acara MTN Wave: Gelombang Talenta Seni Budaya Indonesia di Teater Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, dalam laporannya menyampaikan perjalanan MTN Seni Budaya tahun 2025 yang bergerak secara masif. Hal ini menjadi lompatan besar dalam
memperkuat ekosistem seni budaya serta melahirkan talenta-talenta unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Kementerian Kebudayaan merevitalisasi pendekatan dan skema MTN Seni Budaya pada pertengahan tahun 2025. Tidak sampai satu tahun, MTN Seni Budaya mencatat capaian yang signifikan. MTN Seni Budaya telah menjangkau 36.990 peserta yang terlibat dalam kegiatan pra-pembibitan, bekerja sama dengan 200 mitra sanggar, komunitas, festival, dan market di dalam dan luar negeri, 5.711 talenta masuk dalam trajektori MTN, 208 program terlaksana bersama mitra, 116 talenta memperoleh rekognisi internasional, serta menjangkau 19 negara dan 58 kota dan kabupaten di Indonesia.

Capaian ini kemudian dirangkum dan dipresentasikan melalui MTN Wave, yang dikemas sebagai pertunjukan seni modern dan relevan, menampilkan talenta unggul dari lima bidang seni budaya: seni rupa, seni pertunjukan, musik, film, dan sastra. Dirancang oleh Direktur Kreatif Rangga Djoened, kelima bidang tersebut direpresentasikan sebagai gelombang yang bergerak bersama, memperlihatkan keterhubungan, dan pertumbuhan talenta seni budaya Indonesia.

Selain menghadirkan pertunjukan utama bertajuk “Resonansa: Dari Titik Kecil Menjadi Gelombang Peradaban”, MTN Wave turut menampilkan instalasi karya Sigit D. Pratama serta rangkaian karya lintas disiplin. Pertunjukan dipandu oleh Lukman Sardi sebagai narator yang merajut narasi tentang perjalanan talenta seni budaya Indonesia.

Turut hadir dalam kesempatan ini Katharine Grace Fadli Zon serta jajaran Kementerian Kebudayaan, yakni Irjen Fryda Lucyana; Dirjen Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah TD Retnoastuti; Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis; Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, BRA Putri Woelan Sari Dewi; serta jajaran pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Kebudayaan.

Hadir pula sejumlah perwakilan Kementerian/Lembaga, di antaranya Wakil Menteri PANRB, Purwadi Arianto; Wakil Menteri Dalam Negeri, Ahmad Wiyagus K/L yang tergabung dalam gugus kerja MTN; perwakilan diplomatik negara sahabat; serta sejumlah seniman, budayawan, hingga pemengaruh kenamaan tanah air.

Kementerian Kebudayaan melalui MTN Seni Budaya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perjalanan talenta seni budaya Indonesia. Melalui MTN Seni Budaya, seni dan budaya diposisikan bukan hanya sebagai ekspresi, tetapi sebagai investasi sumber daya manusia jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045 yang selaras dengan arah kebijakan nasional dalam asta cita keempat, pengembangan sumber daya manusia, dan asta cita ke delapan, seni dan budaya sebagai fondasi harmoni, toleransi, dan keberagaman. (*GK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here