Friday, July 1, 2022
No menu items!
spot_img
HomeNasionalPenyelenggaraan GPDRR 2022 di Indonesia Sinyal Positif Menuju Endemi

Penyelenggaraan GPDRR 2022 di Indonesia Sinyal Positif Menuju Endemi

Jakarta, benang.id  – Penyelenggaraan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) Tahun 2022 di Bali merupakan sinyal positif pemulihan ekonomi di dalam negeri dan akhirnya dapat menuju status endemi Covid-19 secara global.

Indonesia juga dapat membuktikan kepada dunia bahwa dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, maka kegiatan besar internasional seperti GPDRR dapat terlaksana dengan aman meskipun dunia masih dilanda pandemi Covid -19.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid -19 Prof. Wiku Adisasmito menegaskan Indonesia sendiri saat ini dalam kondisi kasus Covid -19 yang relatif terkendali. Tetapi, pada prinsipnya situasi dunia masih dalam pandemi Covid -19. Namun, apabila banyak negara-negara di dunia dapat mengendalikan kasusnya seperti Indonesia, tidak menutup kemungkinan status pandemi global dapat dicabut oleh badan kesehatan dunia (WHO).

“Khususnya Indonesia dengan kondisi seperti ini dipertahankan, maka kita dapat melakukan kegiatan ekonomi lebih baik lagi,” ujar Wiku menjawab pertanyaan media dalam agenda konperensi pers Perkembangan Penanganan Covid -19 di Media Center 7th Global Platfrom For Disaster Risk Reduction di Bali, Jumat (27/5/2022) yang disiarkan YouTube kanal resmi Sekretariat Presiden, dan dilansir covid19.go.id.

Terselenggaranya dengan baik kegiatan internasional seperti GPDRR telah dilakukan dengan persiapan yang matang dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari simulasi kegiatan yang sebelumnya telah dilakukan, hingga saat hari pelaksanaan kegiatan yang berlangsung 23 – 28 Mei 2022 di Bali.

Begitu pun, selama kegiatan berlangsung, panitia memastikan seluruh peserta yang menghadiri acara di dalam venue sudah negatif Covid -19 dan terskrining dengan baik. Meski demikian, bagi yang teridentifikasi positif diwajibkan langsung menjalani isolasi di hotelnya masing-masing dan tidak diperbolehkan memasuki venue acara.

Selanjutnya dilakukan tracing dari kontak orang yang dinyatakan positif tersebut. “Dan dari hasil tracing, semua yang berkontak dengan orang positif tersebut hasilnya negatif Covid -19,” jelasnya.

Di samping itu, panitia telah menyiapkan tempat menginap seluruh peserta pada 17 hotel yang sudah direkomendasikan dan tidak jauh dari lokasi venue acara di Bali. Hotel yang telah direkomendasikan, termasuk hotel-hotel lainnya yang digunakan peserta juga sudah bersertifikat CHSE (Cleanliness, Healthy, and Enviromental Sustainabilty).

“Artinya, kebersihan keamanan lingkungan sudah diterapkan pada hotel-hotel tersebut, termasuk hotel untuk para official dan pekerja, berikut termasuk transportasi yang mengantarnya menuju venue acara,” jelas Wiku.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments