
Memasuki tahun ke-12, Wealth Wisdom 2026 hadir di tujuh kota dengan 16 kelas yang membahas mengenai pengelolaan kekayaan dan kesiapan masa depan.
Jakarta, benang.id –Menyusul sukses penyelenggaraan di enam kota sejak Agustus lalu, Permata Bank menutup rangkaian program edukasi pengelolaan kekayaan bertajuk Wealth Wisdom 2026 di Kota Jakarta. Mengusung tema “Finding Balance, Building Resilience”, program tahunan yang memasuki tahun ke-12 ini menghadirkan 16 kelas bersama pakar ekonomi, investasi, kesehatan, pemimpin bisnis, dan figur publik.
Melalui rangkaian program tersebut, Permata Bank mengajak nasabah melihat kekayaan secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari pertumbuhan aset, tetapi juga dari keseimbangan hidup, ketangguhan menghadapi perubahan dan kesiapan membangun masa depan.
Di tengah dinamika ekonomi global dan perubahan kondisi pasar, pengelolaan kekayaan membutuhkan strategi yang adaptif, pemahaman terhadap risiko, serta perencanaan yang selaras dengan kebutuhan dan tujuan jangka panjang. Bagi individu dan keluarga, hal ini juga mencakup kemampuan menjaga keberlanjutan bisnis, mempersiapkan kebutuhan di berbagai tahap kehidupan, dan memastikan kekayaan dapat memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

Dradjad Hari Wibowo, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam keynote speech-nya pada acara Wealth Wisdom 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026), mengatakan bahwa pemerintah secara serius dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Upaya ini dilakukan melalui penguatan investasi, peningkatan produktivitas, serta pengembangan ekspor bernilai tambah yang didukung efisiensi logistik. Pemerintah juga terus memperkuat kepercayaan dunia usaha dan mengatasi berbagai hambatan terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Dradjad juga mengajak para investor domestik untuk semakin percaya diri terhadap fundamental perekonomian dan pasar modal Indonesia dengan memastikan bahwa investasi dan perdagangan menjadi sumber pertumbuhan baru, bukan sekedar mempertahankan momentum yang sudah ada.

Melalui Wealth Wisdom 2026, Permata Bank menghadirkan ruang edukasi dan pertukaran perspektif untuk membantu nasabah mempertimbangkan berbagai aspek dalam mengambil keputusan finansial. Pada praktiknya, komitmen tersebut diwujudkan melalui pendekatan layanan yang menyesuaikan tujuan hidup setiap nasabah.
Eddie Sajoga, Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank, mengatakan Wealth Wisdom telah menjadi bagian dari perjalanan Permata Bank untuk terus bertumbuh bersama nasabah di tengah berbagai perubahan dan dinamika kehidupan.
“Melalui edukasi dan pendampingan yang relevan, kami ingin membangun hubungan yang bermakna, memahami kebutuhan nasabah yang terus berkembang, dan hadir sebagai mitra di setiap tahap perjalanan kehidupan nasabah,” ujarnya.
Merangkum Perjalanan Wealth Wisdom 2026 di Tujuh Kota

Diselenggarakan pada 21 Agustus–22 Oktober 2026, Wealth Wisdom 2026 hadir di Semarang, Makassar, Bali, Medan, Bandung, Surabaya, dan Jakarta. Melalui 16 kelas, program ini mengangkat beragam perspektif mengenai pengelolaan kekayaan, mulai dari ketangguhan finansial, pengembangan bisnis, kesehatan, hingga persiapan generasi penerus.
Sebagai kota penutup, Jakarta menghadirkan empat kelas. “Navigating Indonesia’s Next Chapter” membahas perkembangan ekonomi dan investasi bersama Dino Patti Djalal– mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Josua Pardede– Chief Economist Permata Bank, dan Lai Eu-Roy– Head of Investment, Eastspring Al-Wara’ Investments.
Sementara itu, kelas “Leading with Integrity & Purpose” menghadirkan Yozua Makes– Founder & CEO Plataran Indonesia, untuk berbagi perspektif mengenai kepemimpinan yang berlandaskan integritas dan tujuan. Kelas “Investing in Health & Well-being” bersama dr Gia Pratama– dokter dan penulis, serta dr Tengku Raya Sharin– Operations Group Head PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life), membahas pentingnya kesehatan dan perlindungan sebagai bagian dari kesejahteraan jangka panjang.

Adapun kelas “Expanding Wealth & Influence Through Networks” menghadirkan Susi Pudjiastuti– Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2014–2019 sekaligus Founder Susi Air, serta Arief Wana– Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, untuk berbagi perspektif mengenai jejaring, pengembangan bisnis, dan peluang pertumbuhan.
Keseluruhan rangkaian Wealth Wisdon 2026 ini mengacu pada enam pilar, yaitu Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments. Keenamnya menjadi kerangka untuk memahami pengelolaan kekayaan yang menyeluruh, mencakup kebiasaan finansial, tujuan hidup, kesehatan, hubungan, kontribusi sosial, dan pengalaman bermakna. Wealth Wisdom Jakarta juga menghadirkan Wealth Bazaar, Permata Bank Experience Corner, serta Sustainability Corner yang memperkenalkan berbagai layanan dan inisiatif Permata Bank.
“Kami melihat kebutuhan pengelolaan kekayaan semakin beragam seiring perubahan prioritas dan tahap kehidupan nasabah. Karena itu wealth management tidak hanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga bagaimana menjaga nilai kekayaan, mengelola risiko, serta mempersiapkan kebutuhan keluarga, bisnis, dan generasi berikutnya. Melalui Wealth Wisdom 2026, kami ingin membantu nasabah memperluas perspektif agar keputusan finansial tetap selaras dengan prioritas hidup dan tujuan jangka panjang mereka.” tambah Eddie.
Memperkuat Pendampingan Wealth Management yang Personal dan Adaptif

Kebutuhan nasabah yang semakin beragam mendorong pentingnya pendampingan sesuai profil risiko, prioritas, dan tujuan finansial masing-masing. Untuk itu, Permata Bank memadukan layanan personal melalui Relationship Manager (RM) dengan kemudahan teknologi digital.
Salah satunya adalah Digital Transaction Assistance (DiTA), layanan transaksi investasi berbasis hybrid yang menggabungkan pendampingan RM dengan otorisasi digital langsung oleh nasabah. Layanan ini memungkinkan nasabah memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan sekaligus bertransaksi secara lebih fleksibel dan praktis.
Mempersiapkan Keberlanjutan Kekayaan Lintas Generasi

Pendampingan Permata Bank juga mencakup kesiapan generasi penerus melalui Future Leaders Journey Shanghai 2026. Melalui program Permata Masa Depan, putra-putri nasabah Private dan Priority berusia 15–25 tahun yang memenuhi ketentuan program berkesempatan memperluas wawasan global mengenai pendidikan, bisnis, dan kepemimpinan.
Program ini mencakup kunjungan edukatif ke Fudan University, Shanghai Normal University, dan Xi’an Jiaotong-Liverpool University, serta kunjungan bisnis ke Alibaba dan Bangkok Bank di Shanghai. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif generasi muda sekaligus membangun kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi terhadap keberlanjutan kekayaan keluarga.
Menutup rangkaian Wealth Wisdom 2026, Permata Bank menegaskan komitmennya untuk mendampingi perjalanan kekayaan nasabah melalui edukasi, layanan personal, dan solusi yang adaptif. Sejalan dengan semangat “Growing Together Through Changes”, Permata Bank terus berupaya membantu nasabah menjaga keseimbangan, membangun ketangguhan, dan mempersiapkan masa depan yang berkelanjutan bagi diri sendiri, keluarga, bisnis, serta generasi berikutnya.

Dalam sesi Media Briefing, Eddie Sajoga– Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank, Glenn Ranti– Div. Head Strategic Marketing & Communication Permata Bank, dan Atiqah Hasiholan– Permata Bank Brand Ambassador, menggarisbawahi tiga poin penting Wealth Wisdom 2026.
Pertama, Wealth Wisdom 2026 mengajak nasabah memaknai kekayaan secara lebih luas, bukan hanya aset yang bertumbuh tetapi juga menyangkut tujuan hidup, kesehatan, hubungan, dan momen-momen yang bermakna.
Kedua, ketangguhan finansial dibangun lewat kemampuan memahami perubahan, mengelola risiko, dan menjaga keseimbangan dengan pendampingan yang personal dan adaptif.

Ketiga, pengelolaan kekayaan juga berarti mempersiapkan masa depan dan generasi berikutnya. Baik lewat nilai-nilai yang diwariskan, maupun lewat inisiatif seperti Future Leaders Journey Shanghai 2026.
“Jakarta sebagai kota penutup, perjalanan Wealth Wisdom 2026 di tujuh kota menjadi pengingat bahwa tumbuh bersama dan terus mendampingi nasabah di setiap tahap kehidupannya.” (*/GK)

