Tuesday, January 31, 2023
No menu items!
spot_img
HomeNasionalPMKRI Penentu Masa Depan Papua 

PMKRI Penentu Masa Depan Papua 

Jayapura, benang.id – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) akan menjadi penentu arah masa depan Papua. Dengan berkurangnya kekayaan alam dan mineral Papua yang pada saatnya akan habis setelah diekploitasi terus menerus sebagaimana yang terjadi di berbagai pulau di Indonesia, kompetisi sumberdaya manusia (SDM) di tingkat nasional dan global menjadi ancaman yang harus dihadapi suka atau tidak.

Dalam perubahan global di segala dimensi, tidak ada urusan berbelaskasih. Setiap orang dituntut menjadi pemenang dalam kualiatas kecerdasan dan keahlian.

Oleh karena itu, PMKRI khususnya PMKRI St Efrem, Jayapura harus mempersiapkan para anggotanya untuk menjadi berkualitas sesuai dengan tuntutan dunia kerja global. Paradigma dan cara berpikir anggota PMKRI dalam melihat dunia luar harus diubah. Perubahan akan terjadi tetapi seberapa cepat perubahan akan terjadi dan dijawab tergantung pada mahasiswa Papua.

Demikian kesimpulan acara pembekalan para anggota muda PMKRI St Efrem, di aula Margasiswa, Kamkey. Jayapura pada Jumat (9/12/2022). Hadir dalam pembekalan yang diikuti 87 anggota itu, Ketua Umum Forkoma PMKRI (Forum Komunikasi Alumni PMKRI), Hermawi Taslim dan advokat senior Dr Roy Rening.

PMKRI Papua
Acara pembekalan para anggota muda PMKRI St Efrem, di aula Margasiswa, Kamkey. Jayapura pada Jumat (9/12/2022). Foto: PMKRI

“Pendidikan adalah jalan satu-satunya secara resmi untuk meningkatkan kualitas. Standarisasi dan sertifikasi dalam pendidikan merupakan hal yang dituntut oleh masyarakat sebelum syarat-syarat keahlian lain diminta. Kalau bisa pendidikan yang tertinggi secara akademis harus dicapai.  Oleh karena itu, menjalan belajar baik dan menjalani pendidikan dengan sesungguhnya adalah kewajiban yang harus dilaksanakan. Ketekunan dan kesabaran dalam membangun kecerdasan intelektual adalah pondasi utama sebelum terjun ke masyarakat,” ujar Hermawi Taslim.

Menurut Taslim, pendidikan tinggi adalah bagian tidak dapat dipisahkan dari pembangunan karakter, penguatan dalam ketahanan nasional (Tannas) dan sekaligus perwujudan geopolitik dengan berpijak pada bumi Papua.

“Kelak kalian akan menjadi tulang punggung Papua. Belajar, belajar dan belajar adalah syarat utama yang paling awal. Jangan mengeluh kalau kalian kalah bersaing secara kualitas SDM dengan manusia dari luar Papua termasuk SDM asing. Jangan sampai ketika kalian bekerja Anda mengeluh karena kualitas SDM kalah dengan tenaga kerja lain. Mulailah dari sekarang dari bangku kulian,“ tegas Hermawi Taslim.

PMKRI Papua
Acara pembekalan para anggota muda PMKRI St Efrem, di aula Margasiswa, Kamkey. Jayapura pada Jumat (9/12/2022). Foto: PMKRI

Sementara itu, tokoh senior PMKRI, Roy Rening menegaskan, ada prinsip yang harus diketahui oleh setiap mahasiswa Katolik. Tiga Prinsip itu merupakan benang merah yang terdiri dari Kristianitas (Berpegang pada ajaran iman), Fraternitas (Persaudaraan) dan Intelektualitas (Kecerdasan). Ketiga prinsip itu menjadi landasan utama dalam pergerakan PMKRI di manapun. Ketiga prinsip utama itu tetap harus dipegang ketika anggota PMKRI sudah terjun ke masyarakat.

“Hidup senyatanya adalah di masyarakat dan bukan di Kampus. Namun Kampus dan Masyarakat tidak bisa dipisahkan. Bagi PMKRI keduanya berpijak pada Kristianitas, Fraternitas dan Intelektualitas. Mengembangkan talenta  yang diberikan Allah sebagai modal hidup harus dikembangkan. Jangan menyimpan talenta kalian di bawah bantal atau di bawah kasur. Talenta itu harus anda bawa ke manapun juga agar berbuah, berkembang dan bertambah dua kali lipat,“ tegas Roy Rening.

Pada acara yang sama, Ketua PMKRI Jayapura Thalia Maria Lucia menjelaskan bahwa masa bimbingan atau pembekalan merupakan sebuah tahapan pembinaan yang diikuti oleh seluruh anggota muda PMKRI, Pembekalan ini merupakan persyaratan utama untuk menjadi anggota PMKRI yang ditandai dengan penyematan baret merah bol kuning sebagai simbol perjuangan dan idealisme PMKRI. Digarisbawahi oleh Thalia Maria bahwa penegasan kedua tokoh nasional itu akan menjadi pekerjaan rumah bagi dirinya dan pengurus PMKRI yang lain untuk berbenah. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments