Tuesday, July 5, 2022
No menu items!
spot_img
HomeEkonomiSKK Migas-Hipmi Dorong Partisipasi Pengusaha Daerah di Industri Penunjang Hulu Migas

SKK Migas-Hipmi Dorong Partisipasi Pengusaha Daerah di Industri Penunjang Hulu Migas

Jakarta, benang.id – SKK Migas terus berupaya untuk mewujudkan target produksi harian 1 juta barel minyak dengan berbagai upaya. Salah satu upaya tersebut adalah dengan mendorong partisipasi pengusaha daerah di Industri Penunjang Hulu Migas.

Setali tiga uang dengan upaya tersebut BPP Hipmi mengadakan Business Opportunity Forum untuk mempertemukan pengusaha daerah dengan pengambil kebijakan di SKK Migas, di Jakarta, Senin (18/4/2022). Forum ini ditujukan untuk menjadi wadah silaturahmi dan diskusi untuk mendorong peran pengusaha daerah di hulu migas.

“Forum ini spesial kami hadirkan untuk pengusaha daerah karena kita melihat potensi migas di Indonesia masih sangat tinggi dan sudah saatnya pengusaha daerah mengambil peran” ujar Anggawira, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Hipmi dalam keterangan tulisnya di Jakarta, Selasa (19/4/2022).

BOF Hipmi
Anggawira, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Hipmi bicara dalam Business Opportunity Forum. Foto: IST

Ujaran ini didukung oleh Iskandarsyah Rama Datau, Ketua Bidang Perdagangan, Perindustrian dan ESDM yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih untuk SKK Migas yang menerima dialog dengan pengusaha daerah.

Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Rudi Satwiko memaparkan strategi SKK Migas dalam mendorong peran UMKM Daerah.

“Industri penunjang hulu migas adalah industri sentral dalam mensukseskan targei produksi harian 1 juta barel minyak. Selain itu, pertumbuhan investasi di sektor hulu migas punya multiplier effect yang tinggi. Tiap US$ 1 Juta pembelanjaan di sektor hulu migas diperkirakan menghasilkan multiplier hingga US$ 1,6 Juta ditambah peluang pekerjaan mencapai 100 orang. Peran pengusaha daerah perlu terus ditingkatkan agar industri minyak bisa mensejahterakan,” terang Rudi.

Menurut SKK Migas saat ini minimnya peran pengusaha daerah diakibatkan oleh minimnya informasi dan kurangnya persiapan pengusaha muda di daerah dalam memanfaatkan peluang bisnis yang ada.

“Data tahun 2020 menunjukkan pengadaan barang dan jasa untuk industri hulu migas yang dilakukan di daerah telah mencapai 17% dengan nilai pengadaan sebesar US$ 835.980.304,38 atau setara hampir Rp 12 triliun. Namun tentu ada hambatan yang saat ini dihadapi yaitu masih minimnya pengetahuan pegusaha daerah tentang industri hulu migas oleh karena itu kita di SKK Migas memiliki program Forum Kapasitas Nasional dan Vendor Development Program,” ucap Erwin Suryadi, Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya yang turut hadir dalam forum tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik program yang diadakan oleh Hipmi untuk menghadirkan forum bagi pengusaha daerah agar semakin tertarik untuk bergerak di sektor hulu migas,

BOF Hipmi
Business Opportunity Forum menjadi wadah silaturahmi dan diskusi untuk mendorong peran pengusaha daerah di hulu migas. Foto: IST

Ketika ditanya mengenai optimasi pengadaan barang / jasa dalam negeri, Widi Santuso, Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa menegaskan komitmen SKK Migas untuk berpihak kepada pengusaha dalam negeri.

“Kami telah banyak melakukan perubahan peraturan dan memberikan dukungan. Ada Pedoman Tata Kerja 007 Rev-4 yang mengklasifikasikan nilai proyek pengadaan agar bisa dimanfaatkan pengusaha asal daerah. Selain itu kami juga telah memiliki CIVD sebagai sistem informasi sentral proses pengadaan barang dan jasa di Industri Hulu Migas, juga kewajiban penggunaan barang/jasa dalam negeri oleh kontraktor kerja sama,” ujarnya.

Anggawira berharap kegiatan Business Opportunity Forum ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pengusaha daerah agar semakin terinformasi dengan industri hulu migas dan tertarik untuk bergelut di dalamnya.

“Forum kali ini tentu kami harapkan dapat membantu SKK Migas untuk melaksanakan kegiatannya di daerah dengan didukung pengusaha daerah, hasilnya akan tercipta multiplier effect yang baik bagi perekonomian daerah,” tutur Anggawira.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments