
Jakarta, benang.id –Tidak hanya tercermin dari pertumbuhan bisnis dan pencapaian yang diraih, keberhasilan seorang pemimpin juga tampak dari nilai-nilai yang dipegang teguh serta dampak positif yang dihasilkan bagi keberlanjutan usaha. Di tengah dinamika dan tantangan dunia bisnis, integritas, ketegasan dalam mengambil keputusan, serta konsistensi dalam menjunjung prinsip menjadi landasan penting untuk membangun kepercayaan, menjaga reputasi, dan menciptakan warisan (legacy) yang melampaui masa kepemimpinan.
Pentingnya nilai dan integritas dalam kepemimpinan tersebut menjadifokus kelas “Leading with Integrity & Purpose” yang diselenggarakan Permata Bank melalui Wealth Wisdom 2026 di Jakarta pada 22 Oktober 2026. Sebagai bagian dari tema “Finding Balance, Building Resilience” dan semangat “Growing Together Through Changes”, sesi ini mengajak peserta memahami bagaimana nilai-nilai personal, karakter, dan tujuan hidup menjadi landasan dalam mengambil keputusan strategis, khususnya ketika menghadapi situasi kompleks dan pilihan sulit yang dapat memengaruhi keberlanjutan serta masa depan bisnis.
Integritas dan Tujuan sebagai Fondasi Kepemimpinan
Yozua Makes, Founder & CEO Plataran Indonesia sekaligus pendiri Makes & Partners Law Firm, berbagi pengalaman mengenai pentingnya memiliki tujuan yang jelas dalam membangun dan memimpin bisnis. Menurutnya, usaha yang mampu bertahan dan berkembang perlu dilandasi keyakinan bahwa keberhasilannya memiliki makna lebih luas daripada pencapaian pribadi.
Prinsip tersebut tercermin dalam perjalanan Plataran Indonesia, yang mengusung filosofi “Inspiring Impact” dan “Hospitality with Impact” dengan kecintaan terhadap Indonesia sebagai salah satu landasan bisnisnya. Melalui pendekatan tersebut, Yozua berupaya membangun usaha yang tidak hanya berkembang secara komersial, tetapi juga memberikan kontribusi bagi masyarakat, budaya, dan lingkungan.
“Setiap insan pasti memiliki tujuan hidup. Karena itu, saya memberanikan diri membangun Plataran Indonesia, yang dimulai dengan 25 karyawan dan kini telah berkembang menjadi 2.200 karyawan dari ujung barat hingga timur Indonesia,” ujar Yozua.
Namun, tujuan dan visi perlu diikuti kemampuan untuk mewujudkannya. Yozua menekankan pentingnya memahami persoalan secara menyeluruh, menyusun strategi yang tepat, membangun struktur pendukung, serta menerjemahkan rencana menjadi tindakan nyata. Dalam menghadapi tekanan dan keputusan yang sulit, pemimpin juga perlu menjaga konsistensi antara prinsip yang diyakini dan langkah yang diambil.
“Bagi saya, percepatan bukanlah segalanya. Kita harus memiliki tujuan yang jelas, visi, dan kapabilitas untuk mewujudkannya. Dengan begitu, ketika menghadapi perubahan, kita memiliki landasan untuk menentukan langkah berikutnya tanpa kehilangan arah dan prinsip yang menjadi dasar bisnis kita,” terangnya.
Membangun Karakter dan Warisan Kepemimpinan
Lebih lanjut, Yozua menekankan bahwa tanggung jawab pemimpin tidak berhenti pada pencapaian bisnis selama masa kepemimpinannya. Keberhasilan juga perlu tercermin dari kemampuan membangun sistem, budaya, dan nilai yang dapat diteruskan oleh tim serta generasi berikutnya. Dengan demikian, legacy tidak semata-mata berupa pertumbuhan usaha, tetapi juga kepercayaan, reputasi, dan dampak yang tetap terjaga ketika kepemimpinan berganti.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Yozua memperkenalkan lima nilai kepemimpinan yang disebutnya sebagai “5K”, yaitu karakter, kepercayaan diri, keberanian, kerendahan hati, dan kebijaksanaan. Kelima nilai ini menjadi bekal bagi pemimpin untuk tetap teguh pada prinsip, berani menghadapi keputusan sulit, terbuka terhadap pembelajaran, serta mempertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap tindakan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya membutuhkan kemampuan membaca peluang dan mengambil keputusan, tetapi juga kesadaran untuk menjaga kepercayaan serta memastikan keberhasilan bisnis dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Memaknai Kekayaan melalui Nilai dan Dampak Jangka Panjang
Perspektif kepemimpinan yang dibagikan Yozua menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis tidak terlepas dari karakter dan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh seorang pemimpin. Integritas menjadi fondaso dalam membangun kepercayaan, sementara kejelasan tujuan menjadi panduan dalam mengambil keputusan yang tidak hanya mendukung pertumbuhan organisasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Melalui Wealth Wisdom 2026, Permata Bank terus menghadirkan ruang edukasi dan pertukaran perspektif untuk membantu nasabah memaknai kekayaan secara lebih menyeluruh. Sejalan dengan semangat “Finding Balance, Building Resilience”, pengelolaan kekayaan tidak hanya mencakup pertumbuhan aset, tetapi juga kemampuan menjaga nilai, mengambil keputusan secara bijak, serta membangun warisan yang memberikan manfaat jangka panjang. (*/GK)

