Friday, February 23, 2024
No menu items!
spot_img
HomeEkonomiTerkait Tuduhan Korban Bunuh Diri Nasabah AdaKami di Baturaja, Kapolres OKU: Tidak...

Terkait Tuduhan Korban Bunuh Diri Nasabah AdaKami di Baturaja, Kapolres OKU: Tidak Ada Korban

Layanan Grabfood dan Gofood Belum Tersedia di Baturaja

Jakarta, benang.id – Sehubungan dengan berita viral mengenai dugaan korban bunuh diri seorang individu yang diduga merupakan pengguna aplikasi AdaKami, Kapolres OKU – AKBP Arif Harsono memberikan klarifikasi terkait hasil investigasi Kepolisian. “Memang ada kasus bunuh diri dengan latar belakang masalah ekonomi, tetapi berdasarkan keterangan dari keluarga korban, tidak ada keterkaitan dengan Pinjaman Online (Pinjol). Kami juga telah berkomunikasi dengan keluarga korban,” ujar Kapolres OKU.

Sebelumnya, berita viral ini memicu penyelidikan oleh Kepolisian setelah akun @rakyatvspinjol mengunggah informasi tentang seorang pria yang dikabarkan bunuh diri akibat tekanan dari debt collector Pinjaman Online (Pinjol) di Kabupaten OKU, Sumatera Selatan. Dalam cuitannya, @rakyatvspinjol menyebutkan bahwa “Kasus ini pernah ditangani oleh Kepolisian. Polisi menemukan surat terakhir yang ditulis oleh K.” Menanggapi hal ini, Kapolres OKU memastikan bahwa tidak ada identitas pria yang terkait dengan bunuh diri akibat Pinjol.

Kepolisian Resor OKU Sumatera Selatan telah menyelidiki semua kasus bunuh diri di wilayah tersebut dan meminta masyarakat untuk berpartisipasi dengan melaporkan informasi terkait, khususnya dari pihak keluarga korban.

Kapolres OKU yakin dengan hasil penyelidikan yang menunjukkan bahwa belum ada layanan ojek online atau pengantaran makanan melalui ojek online di wilayah tersebut. “Saya membaca beberapa artikel yang menyebutkan adanya pesanan fiktif dalam kasus ini. Namun, di wilayah kami, layanan Gofood atau Gojek belum tersedia,” tambahnya.

Saluran laporan pengguna AdaKami melalui call center di 15000-77 atau email [email protected] dengan melampirkan bukti yang lengkap. Sumber: AdaKami

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Kuseryansyah menyampaikan, “Jika berita viral mengenai korban bunuh diri yang diduga akibat tekanan debt collector AdaKami tidak terbukti kebenarannya atau merupakan berita palsu, AFPI akan mengambil tindakan tegas terhadap pemilik akun yang menyebarkannya. Hal ini penting untuk menjaga integritas industri. AFPI berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan sehat industri fintech lending dengan meningkatkan akses pembiayaan bagi masyarakat yang belum terlayani, termasuk UMKM.”

Pihak AdaKami telah mencoba menghubungi pemilik akun @rakyatvspinjol sejak cuitannya viral, namun pemilik akun tersebut belum bersedia bertemu dan diwakili oleh kuasa hukumnya. AdaKami juga telah dipanggil oleh Bareskrim Polri Direktorat Tindak Pidana Siber untuk memberikan keterangan dan klarifikasi serta memaparkan hasil investigasi internal terkait dugaan korban.

Direktur Utama AdaKami, Bernardino Moningka Vega Jr., telah mengungkapkan bahwa kasus tuduhan ini sudah diserahkan kepada Kepolisian untuk melakukan investigasi independen. Hasil investigasi internal AdaKami juga tidak menemukan profil yang sesuai dengan gambaran korban yang menjadi pusat perhatian.

Imbauan dari AdaKami

AdaKami ingin mengingatkan seluruh nasabahnya untuk tetap waspada terhadap pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang mencoba memanfaatkan nama AdaKami. Nomor layanan konsumen AdaKami hanya dapat dihubungi melalui 15000-77 dan tidak melalui layanan WhatsApp.

Akun Instagram resmi Adakami adalah @adakami.id yang telah terverifikasi, dan situs web resmi dapat diakses di www.adakami.id Harap berhati-hati terhadap tawaran bantuan dari individu atau akun yang tidak dikenal dan mengaku sebagai perwakilan AdaKami, terutama dalam menangani keluhan dan aduan nasabah. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments