Tutup Lokakarya Pendidikan di Timika, Wabup Emanuel Kemong: Pendidikan adalah Proses Memanusiakan Manusia

0
59
Suasana diskusi pada Lokakarya Pendidikan di Timika

Timika, benang.id – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong SE mengatakan bahwa semua pihak harus menyadari bahwa pendidikan bukan soal transfer ilmu semata, tetapi sebuah proses memanusiakan manusia.

Wabup Emanuel mengatakan hal itu saat menutup Lokakarya Pendidikan di Timika, pada Kamis (16/4/2026). Acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut diakhiri dengan pesan kuat dari Pemerintah Kabupaten Mimika tentang masa depan pendidikan Katolik di Tanah Papua.

Wabup Emanuel memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan panitia. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa lokakarya ini tak hanya seremoni atau pertemuan rutin belaka. “Ini adalah ruang perjumpaan gagasan dan pergumulan bersama. Tempat di mana kita bersama-sama memikirkan masa depan pendidikan Katolik di Papua,” ujar Emanuel.

Ia pun menekankan bahwa tantangan pendidikan di era pembaruan teknologi semakin kompleks. Baginya, esensi pendidikan tidak boleh bergeser hanya pada pengejaran nilai akademik.

“Kita harus menyadari bahwa pendidikan bukan soal transfer ilmu semata, tapi sebuah proses memanusiakan manusia. Tugas kita adalah membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai luhur bagi generasi penerus,” tambahnya.

Ia juga menyoroti peran strategis Gereja dalam dunia pendidikan. Menurutnya, Gereja tidak hanya berfungsi sebagai pewarta sabda, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa.

Salah satu sesi diskusi Lokakarya Pendidikan di Timika

Menutup rangkaian acara, Wakil Bupati berpesan agar hasil rekomendasi yang telah disusun selama lokakarya harus ditindaklanjuti. Ia menginginkan adanya keberlanjutan agar visi pendidikan yang adil, inklusif, dan bermartabat dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pemkab Mimika berkomitmen penuh untuk bersinergi dengan Keuskupan Timika dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Ia juga percaya bahwa kerja sama tim akan menghasilkan perubahan nyata. Emanuel berharap para penyelenggara pendidikan betul-betul menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan integritas.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai tolok ukur untuk melangkah lebih jauh. Kita ingin anak-anak generasi penerus mampu menghadapi zaman dengan bijaksana,” pungkas Emanuel sembari menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini.

Dengan ditutupnya lokakarya ini, diharapkan tercipta semangat baru dalam dunia pendidikan di Papua yang lebih humanis dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (*/GK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here