Antrean SPBU DIY-Jateng Meningkat, Pertamina Ungkap Konsumsi Pertalite Naik 7–8 Persen

0

YOGYAKARTA, BENANG.ID – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah bertambah seiring meningkatnya konsumsi Pertalite.

Pertamina Patra Niaga menyebut peralihan sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite menjadi pemicu kenaikan permintaan, meski stok BBM di kedua wilayah dipastikan masih aman.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah wilayah Jateng-DIY, Taufiq Kurniawan, mengatakan konsumsi Pertalite meningkat sekitar 7–8 persen setiap bulan sejak Juni 2026.

Data terbaru per Senin (19/10/2026) menunjukkan stok Pertalite setara delapan kali konsumsi normal.

Sementara itu, stok Pertamax mencapai 18 kali konsumsi normal, Biosolar 15 kali, dan Pertamax Turbo delapan kali.

Taufiq menegaskan, angka tersebut merupakan perbandingan stok dengan konsumsi normal, bukan ketahanan dalam hitungan hari.

Pertamina juga terus menjaga pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Stok BBM per hari ini dalam kondisi aman dan kami jaga agar tetap aman setiap harinya. Untuk besok, ketahanan stoknya juga kurang lebih sama,” ujar Taufiq.

Menurut Taufiq, perubahan pola konsumsi turut memengaruhi antrean di SPBU.

Sebagian pengguna BBM nonsubsidi, terutama Pertamax, beralih menggunakan Pertalite.

Sebelum gejolak di Timur Tengah, pangsa pasar Pertamax di DIY tercatat sekitar 20–25 persen dari keseluruhan produk BBM.

Untuk mengurangi waktu tunggu, sejumlah SPBU menerapkan pengaturan antrean atau marshalling.

Pengelola juga membatasi pembelian berulang yang terindikasi untuk dijual kembali oleh pengecer.

Di beberapa lokasi, air mineral turut disediakan bagi konsumen yang mengantre.

Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Informasi kondisi SPBU dapat dipantau melalui akun Instagram resmi @pertamina.jatengdiy, yang menayangkan laporan langsung dua kali sehari.

Sebelumnya, pada Jumat (16/10/2026), Penjabat Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Drestanto Nandiwardhana, juga menyatakan stok BBM dan LPG di Jateng-DIY dalam kondisi aman.

Ia menyebut pasokan dari Kilang Refinery Unit (RU) IV Cilacap menjadi salah satu penopang distribusi BBM di wilayah tersebut.

Dengan meningkatnya permintaan Pertalite, pengelolaan distribusi dan pelayanan di SPBU menjadi penting agar antrean tidak semakin mengganggu aktivitas masyarakat.

Pertamina menyatakan akan terus menjaga pasokan dan mengimbau konsumen tetap tenang sembari memantau informasi resmi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here