Bitcoin Konsolidasi, Pakar: Investor Perlu Strategi dan Disiplin Risiko

0
Bappebti awasi perdagangan Aset krito
Ilustrasi aset kripto. Sumber: setkab.go.id

Jakarta, benang.id – Merespons pergerakan harga Bitcoin yang saat ini berada dalam fase konsolidasi di kisaran US$ 67.000–68.000, Pakar digital Anthony Leong mengatakan, kondisi pasar kripto saat ini menunjukkan pola sideways dengan volatilitas yang masih cukup tinggi. Ia menilai pasar sedang berada dalam fase menunggu katalis kuat, baik dari faktor makroekonomi global maupun arus dana institusional.

“Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah reli sebelumnya. Investor perlu memahami bahwa pergerakan harga di area ini adalah fase penentuan arah berikutnya. Jika mampu menembus resistance kuat di atas US$ 70.000, potensi penguatan lanjutan terbuka. Namun jika gagal bertahan di area support, koreksi jangka pendek bisa terjadi,” ujar Anthony pada keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Anthony menjelaskan bahwa sentimen global, termasuk kebijakan suku bunga Amerika Serikat, arus dana ETF kripto, serta kondisi geopolitik, masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga Bitcoin.

Menurutnya, investor ritel harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan jangka pendek, mengingat volatilitas pasar kripto yang cenderung agresif.

“Investor harus disiplin dalam manajemen risiko. Jangan hanya melihat potensi kenaikan, tetapi juga mempersiapkan skenario koreksi. Diversifikasi dan strategi bertahap seperti dollar cost averaging (DCA) tetap relevan dalam kondisi pasar seperti sekarang,” tambahnya.

Anthony Leong

Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Bidang Sinergitas Danantara, BUMN dan BUMD itu menilai bahwa secara fundamental, adopsi teknologi blockchain dan peningkatan partisipasi institusi masih menjadi faktor pendukung jangka panjang bagi Bitcoin. Namun, ia menekankan pentingnya literasi digital dan pemahaman risiko sebelum berinvestasi.

“Bitcoin bukan sekadar aset spekulatif, tetapi bagian dari transformasi ekosistem keuangan digital. Namun, setiap investor harus memahami profil risikonya dan tidak menggunakan dana yang tidak siap untuk fluktuasi,” tegas Anthony.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap rasional dan tidak terjebak euforia maupun kepanikan pasar. Dengan strategi yang tepat dan pemahaman risiko yang matang, investor dapat memanfaatkan momentum pasar secara lebih bijak. (*/GK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here