YOGYAKARTA, BENANG.ID – Kepergian Gandung Pardiman, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) DIY, meninggalkan duka bagi keluarga besar Partai Golkar.
Politikus senior yang pernah memimpin DPD Partai Golkar DIY itu dikenang sebagai sosok pekerja keras, pantang menyerah, dan memiliki kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.
Ketua DPD Partai Golkar DIY, Singgih Januratmoko, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Gandung.
Menurut Singgih, almarhum merupakan figur yang menunjukkan semangat tinggi dalam menjalankan tugas dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Beliau orang yang benar-benar semangatnya luar biasa dan pantang menyerah. Beliau orang yang baik sekali, memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujar Singgih.
Bagi Golkar DIY, Gandung bukan sekadar kader senior.
Ia memiliki perjalanan panjang di tubuh partai, mulai dari kepengurusan tingkat kabupaten hingga memimpin organisasi Golkar di tingkat provinsi.
Dedikasinya juga tercermin dalam kiprahnya di lembaga legislatif.
Gandung tercatat pernah menjadi anggota DPRD DIY sebelum melanjutkan karier politiknya di DPR RI.
Tiga Periode Pimpin Golkar DIY
Gandung Pardiman lahir di Bantul pada 25 Februari 1953.
Ia memulai perjalanan organisasinya di Partai Golkar dengan menjabat Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Gunungkidul pada 1992–1997.
Pada 1999–2004, ia dipercaya menjadi Sekretaris DPD Golkar DIY.
Setelah sempat memimpin Golkar Gunungkidul pada 2004–2005, Gandung naik menjadi Ketua DPD Golkar DIY.
Ia tercatat memimpin Golkar DIY selama tiga periode kepengurusan, yakni 2005–2010, 2010–2015, dan 2020–2025.
Masa pengabdiannya tersebut menjadikannya salah satu tokoh yang memiliki perjalanan panjang dalam organisasi Golkar di Yogyakarta.
Di luar partai, Gandung juga aktif di sejumlah organisasi.
Ia pernah menjadi Ketua Gepako DIY periode 2020–2023, Pembina Yogyakarta Eksekutif Watch pada 2020–2023, Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) DIY periode 2021–2026, serta Ketua KONI Kabupaten Bantul periode 2023–2027.
Dari Guru hingga Anggota DPR RI
Sebelum menekuni dunia politik, Gandung mengawali kariernya sebagai tenaga pendidik.
Ia pernah mengajar di sejumlah sekolah menengah pertama di wilayah Gunungkidul, menjadi kepala sekolah SMP Kartika V Ponjong, serta mengajar sebagai dosen di IKIP Veteran Yogyakarta.
Latar belakang pendidikannya dimulai dari SDN Karangtengah, dilanjutkan ke SMP Negeri 1 Imogiri dan SMA Negeri 1 Bantul.
Setelah lulus SMA pada 1973, ia melanjutkan pendidikan di IKIP Veteran Yogyakarta dengan bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan menyelesaikannya pada 1986.
Gandung kemudian menempuh pendidikan magister manajemen di STIE Mitra Indonesia dan lulus pada 2001.
Karier legislatifnya dimulai ketika ia menjabat Wakil Ketua DPRD DIY periode 2004–2009.
Pada Pemilu 2009, Gandung terpilih menjadi anggota DPR RI dari Dapil DIY untuk periode 2009–2014.
Perjalanannya di parlemen berlanjut setelah ia kembali menjadi anggota DPR RI melalui mekanisme pergantian antarwaktu pada 2018.
Ia kemudian terpilih dalam Pemilu 2019 dan kembali memperoleh mandat untuk periode 2024–2029.
Pada periode 2019–2024, Gandung bertugas di Komisi VII DPR RI.
Ia kembali menjadi anggota DPR RI untuk periode berikutnya, dengan penugasan di komisi yang sama sebagaimana tercantum dalam informasi yang tersedia mengenai kiprahnya di parlemen.
Gandung Pardiman Meninggal di RS Panti Rapih
Gandung Pardiman meninggal dunia pada Selasa (27/10/2026), sekitar pukul 10.00 WIB, saat menjalani perawatan di ruang ICU Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta.
Kabar duka tersebut disampaikan putranya, Syarief Guska Laksana, yang menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DIY.
Menurut Syarief, ayahnya mulai dirawat di RS Panti Rapih sejak Jumat (23/10/2026) setelah mengalami demam.
Kondisi Gandung sempat membaik pada Minggu. Namun, kondisinya kembali menurun pada Selasa dini hari sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Syarief juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kesalahan dan kekhilafan ayahnya selama hidup.
Ia berharap masyarakat turut mendoakan almarhum.
“Mohon doanya semua masyarakat dan mohon dimaafkan kesalahan dan kekhilafan Bapak,” kata Syarief.
Kepergian Gandung Pardiman menutup perjalanan panjang seorang pendidik yang kemudian berkiprah di dunia politik dan organisasi.
Bagi keluarga besar Golkar DIY, ia meninggalkan jejak pengabdian sebagai kader senior yang pernah memimpin partai di tingkat provinsi serta mewakili masyarakat Yogyakarta di DPR RI.(*)


