REALITALIMA dan Tiga Tokoh Pemuda Jogja Satukan Tekad Rawat Harmoni dan Kebhinnekaan

0
Pertemuan REALITALIMA dengan tiga tokoh pemuda Yogyakarta di kawasan Gedongtengen, Yogyakarta, Kamis (8/10/2026). Foto: REALITALIMA

Yogyakarta, benang.id — Gerakan REALITALIMA (Remaja Lintas Agama dan Lintas Masyarakat) terus memperkuat langkah dalam merangkul generasi muda dari berbagai latar belakang. Kali ini, REALITALIMA menggandeng tiga tokoh pemuda Yogyakarta untuk bersama-sama membangun ruang persaudaraan, keharmonisan, dan kebersamaan lintas agama, suku, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat.

Pertemuan yang berlangsung di kawasan Gedongtengen, Yogyakarta, Kamis (8/10/2026) tersebut menjadi momentum penting bagi REALITALIMA dalam memperluas jejaring sekaligus memperkuat komitmen untuk menghadirkan gerakan pemuda yang inklusif dan mampu menyatukan berbagai perbedaan. Dihadiri, pemuda gereja Kristen, pemuda Hindu, pemuda Buddha dan tokoh pemuda.

Tiga tokoh pemuda yang memberikan dukungan terhadap gerakan REALITALIMA tersebut yakni Ndoro Klenteng– Ketua Lintas Komunitas Peduli Wisata Yogyakarta yang menaungi sedikitnya 61 komunitas, Silvester Alvon– Ketua Paguyuban Pasuduluran Malioboro, serta Rio Erwin Setiyawan– bagian dari Tim Pengembangan PAY Muhammadiyah.

Pertemuan REALITALIMA dengan tiga tokoh pemuda Yogyakarta di kawasan Gedongtengen, Yogyakarta, Kamis (8/10/2026). Foto: REALITALIMA

Ketiganya menyampaikan dukungan yang kuat terhadap keberadaan REALITALIMA sebagai wadah yang dapat mempertemukan pemuda dari berbagai golongan dan latar belakang.

Dukungan tersebut tidak hanya sebatas gagasan. Ketiga tokoh pemuda itu menyatakan kesiapan untuk turut membantu sekaligus mengawal berbagai kegiatan REALITALIMA, baik pada tingkat kabupaten maupun provinsi.

Semangat tersebut dinilai menjadi energi baru bagi REALITALIMA untuk semakin eksis dan berkembang sebagai ruang perjumpaan anak muda Yogyakarta yang mengedepankan persaudaraan tanpa memandang agama, suku maupun latar belakang sosial.

Kekuatan besar kota budaya

Pertemuan REALITALIMA dengan tiga tokoh pemuda Yogyakarta di kawasan Gedongtengen, Yogyakarta, Kamis (8/10/2026). Foto: REALITALIMA

Penggagas REALITALIMA, AKP Yuliyanto, menegaskan bahwa Yogyakarta memiliki kekuatan besar sebagai kota budaya. Menurutnya, budaya memiliki kemampuan untuk melebur berbagai perbedaan dan mempertemukan masyarakat dalam semangat kebersamaan.

“Jogja merupakan kota budaya. Budaya dapat menjadi ruang yang mampu melebur berbagai perbedaan. Dari sinilah kita ingin membangun persaudaraan dan kebersamaan di kalangan pemuda,” ujarnya.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh gagasan dan optimisme. Berbagai ide besar mengemuka, terutama mengenai bagaimana menyatukan tekad pemuda Yogyakarta agar mampu menjadi bagian penting dalam menciptakan keharmonisan serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Pertemuan REALITALIMA dengan tiga tokoh pemuda Yogyakarta di kawasan Gedongtengen, Yogyakarta, Kamis (8/10/2026). Foto: REALITALIMA

REALITALIMA sendiri membawa semangat untuk menjadi wadah bagi pemuda lintas agama dan lintas masyarakat. Keberadaan berbagai komunitas di Yogyakarta menjadi potensi besar yang dapat disatukan dalam kegiatan positif, sosial, budaya, kemasyarakatan, dan pengembangan generasi muda.

Dengan dukungan sejumlah tokoh pemuda dan jejaring komunitas, REALITALIMA diharapkan semakin mampu menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Bukan sekadar berkumpul, gerakan ini diarahkan menjadi ruang untuk saling mengenal, saling menghargai, bergandengan tangan, dan bersama-sama merawat persatuan dalam bingkai kebhinnekaan.

Pertemuan di Gedongtengen tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi lintas komunitas di Yogyakarta, dengan satu tekad: pemuda berbeda latar belakang, tetapi tetap satu dalam persaudaraan dan kecintaan terhadap Jogja serta Indonesia. (*/GK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here