Tuesday, January 31, 2023
No menu items!
spot_img
HomeGaya HidupTim Angklung "Terbaik" di Magic Valley Folk Festival AS

Tim Angklung “Terbaik” di Magic Valley Folk Festival AS

Burley, benang.id Setelah sukses tampil memukau di New York, Washington DC, dan Chicago, Tim Muhibah Angklung dari Bandung, Jawa Barat (Jabar), kembali menghebohkan masyarakat Amerika Serikat (AS) melalui penampilannya di Magic Valley Folk Festival di Kota Burley, Negara Bagian Idaho, 18-23 Juli 2022.

Tak tanggung-tanggung para penonton yang sangat antusias melakukan standing applause, bahkan banyak yang mendaulat mereka sebagai tim terbaik selama festival berlangsung. 

Meskipun tidak ada pemeringkatan secara resmi bagi para peserta, namun banyak pihak menilai tim Indonesia, yang diwakili oleh Angklung Muhibah, tampil luar biasa dan pantas menjadi yang terbaik pada festival yang diikuti oleh sejumlah negara tersebut. Hal itu disampaikan oleh berbagai pihak, seperti John Ellis, sound engineer pada King Fine Arts Centre.

I thought the Indonesian team is the best, and I don’t mean by a little bit, but I mean by a lot. They were fantastic! It’s just the whole thing, the music, the colors. I am colorman. I love colors. Indonesia was just colorful. And the music is completely unique and unusual. It’s wonderful. I always got a goosebump when I heard the music,” ujar John Ellys.

Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Direktur King Fine Arts Centre, Dusty Fisher. Ia mengatakan, tim Indonesia mengangkat standar penampilan menjadi sangat tinggi.

We enjoy having your team here. You brought sound technician, you brought all these people that are very professional in their behaviour, that is wonderful! Watching your team performance was fun. Your dancers have high energy the entire time. You raised the bar for our performance. Very high. And I appreciate that from you guys!” tutur Dusty Fisher.

Sementara itu Direktur Magic Valley Folk Festival, Krista Gammon, mengatakan bahwa Tim Muhibah Angklung sangat profesional dan duta budaya yang sangat baik untuk Indonesia.

“The Indonesian team, they are amazing, so well trained, well practiced, so much energy. The crowd loves everything they did. They are so kind, so gracious, they are so warm to our family. We love having them there. This team is a great representative for your country, for your culture. You made such a good decision to represent each part of your culture, and including your instrument, and your dance, and that is something the world need to see,” ungkap Krista Gammon.

Bahkan ia menulis surat resmi yang mengatakan, “The Tim Muhibah Angklung group has met all these requirements and exceeded our expectations for the quality of their performances. Every performance has been exciting for the audience and the performers have been entertaining and engaging with the audiences. This group and their director have been professional and pleasant to work with throughout the festival.”

“We hope to see him and his team return in the future to perform at the Magic Valley Folk Festival. The Tim Muhibah Angklung team has been a delight to host and their performances have been wonderful. We highly recommend them for future performances, festivals, and awards that they may desire,” harapnya.

Pada festival tersebut, Tim Muhibah Angklung terpilih menjadi peserta bersama tim dari Prancis, Estonia, Romania, Polandia, dan Hawaii. Penampilan perdananya di kota Rupert atas undangan dari Rupert Kiwanis Club mendapatkan standing applause dan apresiasi yang sangat tinggi dari presidennya.

We have had international dancers here for years, and I think your group has done the very best we have ever seen,” ungkap Kurtis Stoker, President Rupert Kiwanis Club

Tim Indonesia juga mengisi acara Youth Culture Day memperkenalkan budaya Indonesia (tarian, musik, baju daerah, geografis, bahasa, dll) kepada anak-anak dan keluarga AS. Pada acara itu, peserta yang hadir diberi kesempatan untuk mecoba bermain angklung dan menari poco-poco bersama.

Puncak festival adalah malam gala yang dilangsungkan di King Fine Arts Centre. Pada malam gala pertama, Tim Muhibah Angklung menampilkan tari Lalayaran (Sunda), Yamko Rambe Yamko (Papua) dan Janger (Bali). Di malam gala penutupan Tim Muhibah menampilkan tari Batak, Jali-Jali (Betawi) dan Badindin (Minang).

Tim Muhibah Angklung yang beranggotakan 36 orang menginap di rumah-rumah keluarga AS selama berlangsungnya festival. Ini adalah pengalaman berharga yang tak terlupakan baik bagi anak-anak Indonesia maupun keluarga-keluarga Amerika. Bukan saja mereka belajar budaya baru, tapi juga hubungan persahabatan yang dijalin begitu dalam. Semua host family menangis melepas kepergian tim Indonesia.

It was an awesome experience. We are so glad that who got to meet you, and see you performed, and just learned a little bit about you more than we could have expected. We were very amazed at how talented all of you are, not just singing, not just dancing, the music, the instrument. How gracious and humble you are, it was refreshing,” ujar Kim dan Misty Turner, host family untuk Tim Indonesia.

Setelah mengikuti Magic Valley Folk Festival, Tim Muhibah Angklung akan melanjutkan perjalana mereka ke kota Springville yang terletak di negara bagian Utah, untuk mengikuti World Folkfest dari tanggal 25-30 Juli mendatang bersama 9 grup terbaik dari berbagai negara. Menurut direktur Internasional World Folkfest, Emily Wilkinson, dari 84 tim dari berbagai negara yang mendaftar ke World Folkfest, hanya 10 negara yang diterima, dan salah satunya adalah Tim Muhibah Angklung.

Sebelumnya, pada misi budaya di AS ini, selain di Idaho, Tim Muhibah Angklung telah sukses tampil di berbagai tempat bergengsi, seperti Times Square New York; The Smithsonian, salah satu kompleks museum terbesar dunia, di Washington DC; dan Field Museum, salah satu Natural History Museum terbesar dunia, di Chicago. Perjalanan Tim Muhibah Angklung di Amerika ini tidak bisa dilakukan tanpa bantuan dari berbagai pihak. Bantuan utama datang dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang mendukung berupa sponsor dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui CSR bank bjb.

Dukungan juga datang dari Atase Pendidikan & Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Washington DC, Prof. Popy Rufaidah, yang mendukung sejak dini misi budaya Tim Muhibah ke AS karena memang sejak tiga tahun lalu Prof. Popy memiliki program Angklung Goes To School di AS. Beliau juga berhasil meyakinkan pihak Smithsonian untuk memfasilitasi penampilan tim Indonesia di sana.

“Untuk bisa tampil di Smithsonian antriannya cukup panjang. Biasanya perlu waktu 1-2 tahun untuk bisa tampil di sana. Setelah pandemi berakhir, baru dua negara yang diperbolehkan tampil, Korea dan Indonesia,” ujar Prof. Popy Rufaidah.

KBRI Washington DC juga berkoordinasi dengan fungsi Penerangan Sosial dan Kebudayaan (Pensosbud) di berbagai Konsulat Jendral RI di AS untuk membantu Tim Muhibah Angklung dalam memfasilitasi penampilan mereka di AS, sehingga Tim Muhibah Angklung bisa tampil di berbagai tempat ternama. Tidak ketinggalan, komunitas Indonesia di AS juga memiliki peran yang besar dalam mensukseskan misi budaya ini. Indo Idaho berhasil memfasilitasi penampilan Indonesia di Boise, ibu kota negara bagian Idaho dan Rumpun Wargi Pasundan memfasilitasi penampilan di Washington DC.

“Kami berharap dengan misi budaya selama satu bulan di AS ini, angklung dapat lebih dikenal oleh masyarakat AS dan menjadi alat musik yang populer dan digandrungi oleh banyak orang. Kalau Korea punya K-Pop, maka Indonesia punya angklung. Bukan tidak mungkin 10 atau 20 tahun lagi, angklung menjadi salah satu alat musik yang paling populer di kalangan anak-anak muda AS,” ungkap Maulana M. Syuhada, Ketua Tim Muhibah Angklung, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (28/7/2022).

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments