Monday, July 4, 2022
No menu items!
spot_img
HomeEkonomiDRMA Gencarkan Produksi Komponen Baterai Listrik

DRMA Gencarkan Produksi Komponen Baterai Listrik

Jakarta, benang.id   – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), emiten manufaktur komponen otomotif milik Triputra Group, optimistis era transformasi kendaraan listrik akan menjadi salah satu pendorong kinerja di tahun ini.

Untuk itu, Perseroan siap menangkap peluang tersebut dengan terus menggencarkan produksi komponen untuk kendaraan listrik berupa battery pack dan battery management system yang saat ini sudah digunakan pada kendaraan roda tiga dan juga e-bike.

Irianto Santoso, Presiden Direktur DRMA mengungkapkan, untuk menyambut era Electric Vehicle (EV) di Indonesia, pihaknya telah memproduksi rangka badan kendaraan dengan menggunakan lightweight material dan daya tarik yang tinggi.

“Dalam memenuhi kebutuhan kendaraan listrik (EV), DRMA sudah mempersiapkan komponen-komponen yang akan di supply ke customer agar badan kendaraan listrik menjadi lebih ringan dengan bahan high-tensile. Karena saat ini berat baterai kendaraan listrik hampir mencapai 1/3 dari total berat kendaraan oleh karena itu berat rangka badan kendaraan harus dibuat lebih ringan dari rangka kendaraan konvensional,” ujar Irianto Santoso, dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (20/5/2022).

DRMA produksi komponen baterai
DRMA telah bekerjasama dengan salah satu perusahaan dari Korea untuk membuat charging station, baik yang high speed charging maupun yang low speed charging. Foto: DRMA/Istimewa

Di samping itu, DRMA sudah membuat baterai pack untuk sepeda, e-scooter, dan juga kendaraan roda tigayang diproduksi sendiri.

“Dalam pengerjaan komponen otomotif, kami selalu mengembangkan kemampuan kami dalam bidang riset dan engineering untuk mendesain dan membuat sendiri peralatan (tools) dan mesin-mesin yang diperlukan, sehingga semua dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan,” tuturnya.

Lebih lanjut Irianto menjelaskan,  DRMA juga menyediakan wiring harness, salah satu komponen yang pasti dibutuhkan oleh setiap kendaraan listrik dengan spesifikasi yang lebih tinggi dari yang sudah ada saat ini.

Setiap kendaraan listrik, jelas dia, membutuhkan kabel yang dapat menghantarkan arus listrik dengan tegangan tinggi, namun kabel yang ada saat ini tidak dapat mensupport tegangan tersebut sehingga dapat mengakibatkan kabel akan terbakar.

“Oleh karena itu, kami sudah memproduksi baterai pack untuk kendaraan sepeda listrik dan kami sudah mempersiapkan battery management system yang membutuhkan teknologi tersendiri. Untuk baterai pack, terdiri dari sekitar 300-400 baterai yang dijadikan satu dan harus diatur kerjanya agar tidak terbakar dan rusak,” ujarnya.

Pada tahun ini, DRMA akan fokus dalam mengembangkan bisnis dengan menjalankan berbagai strategi bisnis mulai dari menambah pangsa pasar, mengembangkan produk-produk baru, pemasaran produk-produk yang memiliki nilai lebih tinggi, serta ekspansi bisnis memasuki segmen lain diluar OEM dengan meluncurkan produk kendaraan roda tiga.

DRMA dan Korea
Irianto Santoso, Presiden Direktur DRMA (dua dari kanan) bersama partner Korea sepakat mengembangkan Charging Station di Indonesia untuk menghadapi era Electric Vehicle (EV). Foto: DRMA/Istimewa

Selain itu, DRMA juga bekerjasama dengan salah satu perusahaan dari Korea untuk membuat charging station, baik yang high speed charging maupun yang low speed charging. Kesepakatan kerjasama tersebut dibuat minggu lalu di Korea.

“Diharapkan dengan berbagai langkah strategis serta ekonomi nasional yang sudah mulai pulih, daya beli masyarakat akan semakin membaik di tahun ini, khususnya untuk industri otomotif. Sejalan dengan hal tersebut, kami menargetkan DRMA dapat mencapai pertumbuhan hingga 20% di tahun ini,” tutup Irianto.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments